Top Pick
Melalui Musyawarah, 22 Warga Desa Modo Dapat BLT Dana Desa Cerpen Ius Aga : PERIHAL SENJA DAN PANGGILAN JIWA Penting ! Berikut Tips Jaga Kesehatan Jiwa Selama Masa Covid-19 PKB Ende Bagi 450 Paket Sembako dan 5.000 Masker ke Warga 24 Santri 'Cluster Magetan' di Ende Jalani Rapid Test, Ini Hasilnya Kapolri Sebut NTT masuk Zona Bebas Corona

Pemkab Ende Siapkan 'Rumah Sehat' Bagi Ratusan Pekerja Migran Dari Zona Merah

POSTNTT.COM | Ende - Pemerintah Kabupaten Ende dinilai belum optimal dalam menyiapkan fasilitas observasi dan karantina bagi ratusan pekerja migran asal Ende yang akan kembali dalam ke Ende.

Berdasarkan informasi dari Komisi Keadilan Perdamaian Pastoral Migran dan Perantau ( KKPP - MP) Keuskupan Agung Ende diketahui bahwa sekitar 800 pekerja migran dari zona merah akan datang ke Ende.

Dalam rapat bersama Tim Gugus Tugas Kabupaten Ende dan perwakilan Lembaga swasta bersama Yayasan Tana Nua flores, Komsos Keuskupan Agung Ende, Pusat Studi Bencana Universitas Flores dan Wahana Visit Indonesia disepakati bahwa beberapa tempat akan dijadikan "Rumah Sehat" atau tempat observasi bagi pekerja migran sesuai protap penanganan, pencegahan dan penyebaran covid-19.

Tempat yang dipersiapakan untuk menjadi "Rumah Sehat" atau tempat observasi adalah gedung Paroki Detusoko, gedung Paroki Detukeli, gedung Paroki Maurole, Terminal penumpang Ipi milik Pelindo, Bina KLK Transnaker Ende dan stadion Marilonga.

Pantauan Jurnalis POSTNTT.COM diketahui bahwa hingga saat ini, fasilitas yang disiapkan di tempat-tempat observasi yang nantinya akan didiami pekerja migran selama 14 hari, seperti halnya tempat tidur, kondisi MCK, akomodasi termasuk sosialisasi terhadap warga di sekitar agar tetap memberi dukungan kepada para pekerja migran belum dilakukan.

Kepala Dinas Informasi dan Komunikasi Kabupaten Ende Sipri Rette saat di temui POSTNTT.COM pada Jum'at (05/06) mengatakan, pihaknya belum melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang persiapan New Normal dan kedatangan pekerja Migran Indonesia karena dana yang telah diajukan masih dalam proses dan belum dicairkan sehingga kegiatan di lapangannya masih sangat sulit.

"Kemarin tahap 1 sudah dicairkan sekitar 40-an juta untuk pengadaan alat-alat vidkon. Dan untuk sosialisasi ke bawah belum bisa dilakukan karena belum ada dana. Kita sudah ajukan," ujar Sipri.

Sementara itu, tenaga ahli Pusat Studi Bencana Universitas Flores, Lionis Herman kepada media menjelaskan bahwa keterlibatan pihaknya dalam Tim Gugus Tugas sebetulnya untuk membantu pemerintah daerah dan tim gugus dalam menyiapkan skema penanganan.

"Kita beri konsep. Hal ini karena kegalauan atas kesiapan kedatangan pekerja migran. Kita sudah siapkan skema penanganan, baik itu proses kedatangan, akomodasi, kondisi fasilitas termasuk pendampingan dengan konsep "Rumah Sehat". Soal anggaran itu urusan Pemda, " ujar Lionis

Disamping itu, Hadi Sukamto selaku kepala Pelindo III Ende kepada sejumlah awak media di ruang kerjanya pada Kamis (04/06/20) mengatakan, pihaknya siap jika kantor Pelindo digunakan untuk tempat observasi atau "Rumah Sehat".

"Pada prinsipnya, kalaupun ada Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang datang melalui jalur laut, Pelabuan Indonesia (Pelindo) Ende siap menerapkan protokoler kesehatan di ruangan kedatangan para penumpang,"ungkap Sukamto.

Sukamto juga menambahkan bahwa pihaknya juga menyiapkan Administrasi Pelabuan (Adpel) Ipi untuk dijadikan tempat karantina bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) jika itu dibutukan oleh pemerintah.

Selain itu, Ketua Tanvijs Nahdatul Ulama Kabupaten Ende, Usman Abdul Hamid saat dimintai komentarnya terkait persiapan Penerimaan pekerja migran asal Ende menyampaikan harapannya agar Pemda Ende bisa menyiapkan fasilitas yang memberi kenyamanan bagi para pekerja migran yang akan kembali ke Ende.

"Saya berharap agar Pemda Ende melalui gugus tugas harus menyiapkan tempat dan fasilitas yang representatif sehingga memberikan kenyamanan bagi mereka. Hal ini penting sebab mereka itu saudara kita. Prinsipnya kita menerima. Mereka harus diperlakukan secara baik sesuai protokol kesehatan", ungkap Usman Abdul Hamid

 

Penulis : Ronal Degu

Baca Juga