Top Pick
17 Ha Kawasan Cagar Alam di NTT Terbakar Pesawat CN235-220 MPA Buatan PT Dirgantara Indonesia Ekspor ke Senegal Pemerintah Gelar Simulasi 3K untuk Menjamin Keamanan Wisatawan di Labuan Bajo Tidak Ada Drainase, Ruas Jalan Colol Menuju Elar Tergenang Air Bencana di NTT dan NTB, Presiden Jokowi Instruksikan Jajarannya Gerak Cepat Lakukan Penanganan Pasien Covid-19 Asal Poco Likang Meninggal Dunia Di RSUD Ruteng

Atasi Masalah Sampah di Labuan Bajo, Ini yang Dilakukan Badan Otoritas Pariwisata Labuan Bajo Of Flores

(para peserta yang hadir dalam ruang virtual saat mengikuti sosialisasi program pilot activity pengelolaan sampah mandiri di Labuan Bajo)


POSTNTT.COM | LABUAN BAJO - Sampah adalah masalah bersama yang harus diselesaikan secara bersama-sama melalui inovasi dan kolaborasi.

Demikian direktur Utama Badan Otoritas Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOPLBF) Shana Fatina dalam sambutannya pada acara sosialisasi program Pilot Activity Pengelolaan Sampah Mandiri yang diselenggarakan di Desa Gorontalo, Labuan Bajo, Kab. Manggarai Barat, pada Rabu (24/02/2021).

Diungkapkan Shana Fatinan, sampah telah menjadi masalah serius sejak lama dan menjadi salah satu isu serius dalam kepariwisataan. Hingga tahun 2020, produksi sampah Labuan Bajo mencapai 112.4 meter kubik atau setara 13 ton dalam sehari. Karena itu, Shana Fatinah berharap agar dengan adanya sosialisasi tersebut bisa membangun kesadaran masyarakat dan juga peran serta para pemangku kepentingan bisa dimaksimalkan, khususnya dalam pengelolaan dan penanganan sampah.

"Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan dapat membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah, dan memaksimalkan peran serta para pemangku kepentingan dalam pengelolaan dan penanganan sampah", ungkap Shana Fatina

Lebih lanjut, Dirut BOPLBF, Shana Fatina menegaskan bahwa dengan jumlah penduduk 7.464 jiwa dan 105 KK, Pilot Activity di Desa Gorontalo diharapkan akan menjadi unit percontohan untuk pengelolaan sampah mandiri di wilayah lainnya dan kedepannya dapat menunjang ekosistem pariwisata yang bersih, indah, sehat, dan tentunya berkelanjutan.

"Kesadaran masyarakat merupakan salah satu kunci utama pengelolaan sampah di Labuan Bajo yang bisa dimulai sejak dini. Salah satunya yakni prinsip pengelolaan sampah mandiri melalui pemisahan sampah rumah tangga sesuai dengan jenisnya", terang Shana.

Senada dengan itu, Direktur PSLB3 Kementerian Lingkungan Hidup (KLHK), Novrizal Tahar mengatakan, Pilot Activity ini merupakan langkah percontohan yang diharapkan menjadi pemicu kesadaran yang dimulai dari lingkungan terkecil.

“Tentu kita berharap bahwa kegiatan ini dapat dilihat sebagai sebuah manifestasi dari kepedulian terhadap permasalahan sampah dan instrumen peningkatan kesadaran dari berbagai stakeholder terhadap usaha pengelolaan sampah, terutama sampah yang bersumber dari darat”, ujar Novrizal.

Sementara itu, Dr. Abdul Wahib Situmorang dari Natural Resource and Climate Governance Adviser United Nation Development Programme (UNDP) Indonesia mengungkapkan dukungannya terhadap kegiatan tersebut.

Menurutnya, kegiatan ini merupakan bukti nyata dari usaha pemerintah Indonesia dalam hal ini Sekretariat TKN PSL, untuk mewujudkan Perpres Nomor 83 Tahun 2018. UNDP sendiri juga telah bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia untuk mengembangkan strategi ekonomi sirkuler nasional

"Kita tahu bahwa ekonomi sirkuler memiliki banyak manfaat, dan yang paling jelas adalah pengurangan konsumsi material dan pengurangan sampah. Oleh karena itu kami tentunya terus berharap agar kegiatan yang dilakukan oleh Sekretariat TKN PSL ini dapat dilanjutkan dan didukung oleh setiap pihak”, ujar Abdul Wahib Situmorang.

Informasi yang diperoleh jurnalis media ini mencatat, kegiatan pilot activity ini diselenggarakan dalam rangka melaksanakan Strategi I dan II Rencana Aksi Nasional Penanganan Sampah Laut (RAN PSL) sebagaimana tertuang pada Perpres No. 83 Tahun 2018. Terselenggaranya kegiatan ini diinisiasi oleh Sekretariat Tim Koordinasi Nasional Penanganan Sampah Laut (TKN PSL). Dalam pelaksanaannya, kegiatan tersebut digelar secara luring dan daring. Dirut BOPLBF, Shana Fatina hadir secara langsung bersama Wakapolres Manggarai Barat; Kompol Sukanda, Kepala Desa Gorontalo; Vinsensius Obin, dan sejumlah warga Desa Gorontalo lainnya.

Turut hadir juga secara daring yakni perwakilan dari Korea Environment Corporation (KECO), Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Manggarai Barat, serta beberapa perwakilan dari komunitas pegiat lingkungan. (Edison Risal)

 


Halaman