Top Pick
Cegah KARHUTLA, Polres Mabar Akan Sosialisasi Dampak Kelestarian Alam dan Sanksi Hukum Diduga Melakukan Korupsi, Kades Rengkam Diperiksa Polisi Reses DPRD Ende, Warga Keluhkan Jalan Tani dan Air Minum Bibit Atlet Voly Profesional, Ludger Dirikan Sekolah Bola Voly Di Ende Terbaru, Kabupaten Ende Tambah 2 Pasien Positif Covid-19 Terbaru, Cluster Gowa Kembali Sumbang 6 Pasien Positif Covid-19 di NTT

Bawaslu Mabar Temukan Pelanggaran Yang Dibuat KPU

POSTNTT.COM | Labuan Bajo - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, menemukan banyak pelanggaran yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum ( KPU) Kabupaten Manggarai Barat terutama terkait pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih yang sudah di mulai sejak 15 Juli  Bulan yang lalu.

Menurut Ketua Bawaslu Mabar, Simeon Sofian, sebagian data pemilih  yang telah didata KPU Saat ini amburadul dan ironisnya data yang sudah meninggal dunia pun dimasukan dalam data pemilih A-KWK.

Simeon berharap agar KPU Mabar mengambil langkah secepatnya terutama data yang sudah meninggal dunia tersebut tidak dimasukan dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk Pilkada Mabar di Bulan Desember mendatanf.

Selain adanya daftar pemilih yang meninggal dunia, Bawaslu juga menemukan pelanggaran lainya di lapangan yaitu di Kecamatan Sano Nggoang. Dimana adanya penambahan daftar Pemilih Siluman di Desa Golo Manting.

Hal lain yang disoroti Bawaslu ialah masalah pemindahan Ratusan daftar Pemilih di Desa Wae Mowol, Kecamatan Lembor yang masuk dalam daftar pemilih Desa Wae Bangka.

"Kami menilai KPU Mabar tidak sinkronisadi data. Coklit tinggal berapa hari lagi. Kita minta KPU Mabar sesegera mungkin mengurus data pemilih ini," pungkas Simeon Sofian, di Labuan Bajo pada Jumat (24/7/20).

Penulis: Ziliwu

 

Baca Juga