Top Pick
Hotel Di Labuan Bajo Larang Warga Bermain di Pantai Pede Kemenparekraf Gelar Sosialisasi Kebijakan Protokol Kesehatan Kepada Pelaku Parekraf Mabar Lagi, NasDem Mabar Salurkan Bantuan Covid Di Seluruh Puskesmas Pro Aktif Pembelajaraan Daring, Lurah Onekore berikan Wifi Gratis untuk Siswa Ryrin Robeltildis : Saya Bangga dan Terharu saat Orang Tua yang Pindahkan Kucir Toga di Wisuda Online Uniflor Sambut HUT RI, Wartawan Manggarai Barat Tanam Ribuan Pohon

BOPLBF Gelar Latihan Butcher untuk Tingkatkan Kompetensi Masyarakat

(Dirut BOPLBF, Shana Fatina Membuka Kegiatan Pelatihan Butcher di Labuan Bajo pada Selasa, 25/ 8/2020)

 

POSTNTT.COM | Labuan Bajo -
Untuk meningkatkan kompetensi Masyarakat Flores, Nusa Tenggara Timur, Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOPLBF) akan menggelar berbagai kegiatan pelatihan. Salah satunya adalah kegiatan pelatihan Butcher (pemotongan daging) yang telah dilaksanakan di Labuan Bajo, Selasa (25/8/2020). Kegiatan yang bekerjasama dengan Dinas Peternakan Kabupaten Manggarai Barat ini dibuka secara langsung oleh Direktur Utama BOPLBF Shana Fatina.

Dalam sambutannya, Shana Fatina menyampaikan terima kasihnya kepada Dinas Peternakan yang telah bersinergi bersama BOPLBF menyelenggarakan Pelatihan Butcher.

“Terima kasih kepada Dinas Peternakan telah bersama-sama BOPLBF melaksanakan pelatihan ini. Kita sadar, sumber daya manusia memiliki peranan sangat penting dalam mewujudkan pariwisata super premium yang sedang kita bangun bersama,” ungkap Shana saat membuka kegiatan Pelatihan Butcher.

Shana juga menegaskan, masih banyak lagi kegiatan-kegiatan pelatihan yang akan terus BOPLBF laksanakan dengan harapan dapat makin meningkatkan kompetensi masyarakat, khususnya dalam rangka menunjang Labuan Bajo sebagai destinasi pariwisata super premium.

“Destinasi super premium hanya dapat didukung oleh sumber daya manusia yang premium juga. Masyarakat Labuan Bajo sedang ditantang untuk menjawab kebutuhan daerahnya dan kami siap mendampingi masyarakat Labuan Bajo untuk terus dapat memperkuat kapasitas SDM nya melalui peningkatan berbagai keterampilan dan keahlian dengan mengadakan berbagai pelatihan,” tegas Shana.

Pelatihan Butcher juga dihadiri Kepala Dinas Peternakan Kab. Manggarai Barat, drh. Theresia Primadona Asmon dan Chef Michael, 20 orang peserta yang terdiri dari para pelaku industri peternakan Manggarai Barat.

Kadis Peternakan Mabar drh. Theresia Primadona Asmon berterima kasih kepada BOPLBF atas terlaksananya kegiatan Pelatihan Butcher (Pemotongan Daging) dan sekaligus berharap akan sering diadakan kegiatan pelatihan serupa dengan tujuan makin meningkatkan kualitas sumber daya manusia guna mendukung pariwisata di Labuan Bajo Flores.

“Ini merupakan kegiatan kami pertama yang bekerja sama dengan BOPLBF. Saya berterima kasih kepada BOPLBF yang telah menginisiasi kegiatan pelatihan ini dan berharap akan ada kegiatan-kegiatan penting seperti ini dikemudian hari,” ungkap Ney.

Lebih lanjut Ney menekankan pentingnya kegiatan pelatihan serupa, sehingga dapat meningkatkan kompetensi SDM di Manggarai Barat yang dibutuhkan untuk menunjang pariwisata.

Karena sumber daya manusia merupakan hal yang sangat penting untuk pariwisata. Jika infrastruktur dapat dikerjakan satu kali proyek, peningkatan kualitas sumber daya manusia harus bertahap agar mencapai SDM yang berkualitas,” tutup drh. Theresia Primadona Asmon.

Kegiatan Pelatihan Butcher ini memaparkan materi teknik-teknik pemotongan daging oleh narasumber Chef Michael. Dilanjutkan praktek oleh para peserta pada sore hari yang didampingi langsung oleh Chef Michael di bibir pantai Hotel Pura Sari Beach.

Melalui kegiatan ini, para peserta dilatih tentang cara dan teknik pemotongan, dan kategorisasi daging sesuai kebutuhan untuk bahan makanan seperti rendang, se’i, dan lainnya. Melalui pelatihan ini, salah satu narasumber yang merupakan chef berharap, agar peserta lebih mengetahui kategorisasi daging agar bagian-bagian dari daging sapi yang bernilai materil tidak terbuang sia-sia.

“Saya lihat di Kabupaten Manggarai Barat ini, banyak sekali bagian daging dari sapi ini terbuang sia-sia, contoh lidah sapi, bagian ini sangat disukai oleh masyarakat di Eropa, di Indonesia lidah sapi juga digunakan sebagai sate padang,” ungkap Chef Michael.

Juru masak yang dikenal dengan gayanya yang nyentrik ini juga berharap, masyarakat Manggarai Barat dapat lebih memanfaatkan bagian-bagian dari daging sapi yang selama ini tidak diolah, melainkan dibuang. (Edison Risal / POSTNTT.COM)

 

Baca Juga