Top Pick
Luar Biasa! Begini Jadinya Kostum Komodo Diperagakan saat Ajang Miss Universe Tidak Mudah, Begini Standard Pemulasaraan Jenasah Pasien Covid-19 Nestapa Pedagang Sikka di Tengah Pandemi Covid-19   Selamat Datang Wajah Baru Kota Destinasi Pariwisata Super Premium Labuan Bajo Berlibur Ke Labuan Bajo Tidak Harus Mahal, Simak Beritanya Vaksin Nusantara Terawan Ditargerkan Produksi Juni 2021

BOPLBF Nilai Desa Kempo Punya Potensi Jadi Desa Wisata

POSTNTT.COM | LABUAN BAJO - Desa Kempo, Rekas, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat dapat menjadi salah satu alternatif bagi sejumlah wisatawan yang akan berkunjung ke Labuan Bajo.

Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur BOPLBF, Shana Fatina saat bertolak ke desa Kempo, Rekas, Manggarai Barat guna melihat dan mendorong segala potensi yang ada di desa tersebut hingga pada pengembangannya menjadi Desa Wisata, pada Rabu (3/03/21).

Dikatakan oleh Sahana Fatina, desa Kempo memiliki pelbagai atraksi wisata yang sangat potensial dan bisa dikembangkan menjadi salah satu desa wisata di Kabupaten Manggarai Barat, baik itu atraksi wisata alam, budaya maupun juga atraksi wisata religi.

"Potensi menjadi desa wisata itu sudah ada. tinggal kita berpikir tentang ketika wisatawan datang dia mau aktivitasnya apa. Harus diberikan narasi yang menarik,” ungkap Shana Fatina.

Lebih lanjut, Shana Fatina menyampaikan kesannya dengan pelbagai atraksi budaya yang ada di desa Kempo, mulai dari wisata alam Golo Cucu yang sangat menarik hingga pada Gereja Paroki Rekas yang memiliki desain arsitektur yang indah dan syarat nilai sejarah. Karena itu, Shana Fatina menyebutkan bahwa Desa Kempo sendiri sebetulnya dapat menjadi alternatif bagi wisatawan yang berkunjung ke Labuan Bajo nantinya. Apalagi, kata Shana Fatina, jarak yang tidak terlalu jauh dari Kota Labuan Bajo, membuat Desa Kempo ini dapat menjadi alternatif destinasi desa wisata.

"Tinggal bagaimana nanti mengemas dan mempublikasikan seluruh produk-produk yang ada di sini beserta atraksi di Desa Kempo sendiri dan nanti kita akan bantu dengan pelatihan-pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan di Desa Kempo ini,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Divisi Industri dan Kelembagaan BOPLBF Wisjnu Handoko yang ikut serta bertolak ke desa Kempo tersebut mengatakan bahwa, saat ini BOPLBF sendiri tengah merancang program-program pendampingan dan pengembangan Desa Wisata.

"Untuk tahun ini, divisi kami akan berkonsentrasi dengan pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan kita datang ke Desa Kempo ini akan melihat apa saja yang dapat kita kolaborasikan dengan program-program dari BOPLBF nantinya, seperti UMKM, Digitalisasi Fashion, Kriya, dan juga Hospitality", ungkap Wisjnu.

Senada dengan itu, Kepala Divisi Komunikasi Publik BOPLBF, Sisilia Jemana mengatakan bahwa pengembangan desa wisata dan destinasi wisata religi adalah dua hal penting yang menjadi perhatian Menteri Pariwisata. Selain itu, manusia juga menjadi kompenen utama dalam pembangunan ini.

“Salah satu tujuan BOPLBF datang berkunjung ke sini adalah untuk membangun sinergi dengan Desa Kempo, melihat secara langsung, dan mudah-mudahan dengan kedatangan kita ini nantinya dapat berkolaborasi, seperti 3 strategi Kementerian Pariwisata itu sendiri, Inovasi dan Publikasi Digital, Adaptasi, dan Kolaborasi", ungkap Sisilia.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Penjabat Desa Kempo Yohanes Yonas, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Dirut BOPLBF dan jajaran serta seluruh rombongan yang sudah menyempatkan diri hadir di Desa Kempo, Manggarai Barat.

"Sebelumnya, saya menyampaikan terima kasih banyak kepada Ibu direktur BOPLBF yang telah menyempatkan diri hadir di desa Kempo. Kehadiran Ibu Direktur beserta rombongan BOPLBF ini merupakan tindak lanjut pertemuan kami Februari lalu", ungkap Yohanes Yonas.

Mengakhiri pembicaraannya, Yohanes Yonas menyampaikan harapannya agar kedepannya bisa melakukan kolaborasi antara Pemerintah Desa Rekas dan BOPLBF dalam membangkitkan sektor pariwisata, khususnya pula desa-desa wisata di Kabupaten Manggarai Barat. Tidak hanya itu, semoga dengan kunjungan Ibu Direktur dan Rombongan juga dapat memberi kami masukan serta pelatihan-pelatihan yang dibutuhkan oleh masyarakat desa sehingga bisa mendorong perkembangan Desa Kempo sebagai salah satu Desa Wisata di Kabupaten Manggarai Barat", tutup Yohanes Yonas.

 

(Edison Risal)

 

 


Halaman