Top Pick
Kepala BPSDM Mendagri Membuka Diklat Penyusunan Dokumen Rencana Strategis Perangkat Daerah Wakil Bupati Matim Terkonfirmasi Positif Covid-19 Inkubasi Kuliner Lokal, BOPLBF Lahirkan 21 Pelaku Kuliner Lokal PUISI : PASKAH DAN KESEDIHAN Transformasi Digital Menyasar Sektor UMKM dan Kunci Bertahan di Masa Pandemi Masyarakat Soroti Kinerja Pemdes Benteng Wunis

Bupati Mabar Geram, Banyak Pegawai Tidak Disiplin

(Bupati Edistasius Endi saat melakukan sidak di kantor dinas Perumaha Rakyat. Foto : Edison Risal)

 

POSTNTT.COM | LABUAN BAJO - Bupati Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) Edistasius Endi dibuat geram saat hari pertama masuk bertugas sebagai bupati Mabar, Senin (1/3/2021).

Pasalnya, banyak pegawai di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang tidak disiplin bekerja.

"Kedisiplinan Sangat buruk. Buruk sekali. Kita akan rapat dan yang malas akan dirumahkan," kata Bupati Edistasius Endi kepada POSTNTT.COM di halaman kantor bupati Manggarai Barat.

Dijelaskanya, kondisi keuangan daerah termasuk keuangan Negara saat ini sangat memperihatinkan. Sehingga salah satu solusi ialah pegawai yang malas akan dirumahkan.

Di tempat terpisah, tepatnya di kantor Dinas Kesehatan, Bupati yang biasa disapa Edi Endi ini menyampaikan beberapa hal yang menjadi musuh bersama birokrasi saat ini.

"Musuh pertama kita saat ini adalah Covid-19. Dinas kesehatan menjadi garda terdepan dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19." paparnya.

Lanjut Bupati Edi Endi, Kedua, rendahnya etos kerja, kerja sesuka hati dan tidak disiplin. "Banyak pegawai yang terlambat ke kantor."

Pelanayan buruk di tingkat birokrasi juga menjadi catatan penting dari bupati Edistasius Endi.

Untuk diketahui, Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi di hari pertama menjalankan dinas sebagai bupati melakukan sidak di sejumlah kantor. Pantuan media, Bupati Edistasius Endi tiba di kantor bupati pada pukul 06.50 wita. Setibanya di kantor, Bupati Edistasius melihat belum banyak pegawai yang hadir.

Melihat fakta tersebut, Bupati langsung bergegas menuju dinas Perumahan Rakyat, Pemukiman dan Pertanahan.

Sekitar pukul 06.55 wita, Bupati Edistasius tiba di kantor Perumahan Rakyat, Pemukiman dan Pertanahan. Disana, terlihat hanya beberapa pegawai yang ada. Bupati Edistasius pun berang.

"Bagaimana kualitas kerja bisa baik jika kita tidak disiplin? Ini menjadi catatan penting. Ini salah satu musuh yang harus kita lawan," tegas bupati Edistasius dihadapan beberapa pegawai.

Bupati Edistasius juga semakin berang ketika melihat kondisi lingkungan kantor sangat kotor dan jorok. "Kalau soal jorok, kantor kalian sangat jorok. Bagaimana kita bisa meyakinkan masyarakat bahwa ini destinasi super premium sedangkan lingkungan dinas kita sudah tidak bersih."

 

(Edison Risal)

 


Halaman