Top Pick
Pemda Mabar Apresiasi Bantuan APD Media Group Peduli Covid-19, STKIP PI Makassar Salurbkan Bantuan Sembako Untuk Mahasiwa Diskusi Virtual Polemik WPS dan Tambang Batu Gamping Di Matim, Gubernur NTT, Ahli Geologi Absen SMPN 11 Pocoranaka Matim, Gelar KBM Door To Door Diduga Tilep Anggaran BOK, Inspektorat Diminta Periksa Kapus Lawir dan KTU Puskesmas Kasusnya Sempat Berbuntut Panjang, YSB dan TNI Polri serta Fendy Berakhir Damai

Cegah Sebaran Covid-19, Dua Daerah di NTT Baku 'Sikut' di Perbatasan

POSTNTT.COM | Labuan Bajo - Kebijakan bupati Manggarai, Deno Kamelus membangun portal check point di Paang Lembor, Kecamatan Lembor, Manggarai Barat memantik amarah warga setempat. Perisitiwa adu mulut sabtu (16/05) di wilayah tersebut tidak dapat dihindari.

Pemerintah Manggarai Barat melaui pemerintah kecamatan Lembor mendatangi lokasi portal yang dibangun oleh pemda kabupaten Manggarai. Pemda Mabar merasa dirugikan karena dinilai telah menganggu keamanan dan aktivitas warga setempat lantaran portal dibangun di wilayah adminstrasi kabupaten Mangarai Barat.

Ketika pemeritnah Mabar hendak ingin membongkar portal tersebut, terlihat dalam video yang beredar luas di medsos ditolak oleh pemerintah Manggarai melaui para relawan atau petugas yang bertugas di lokasi.

Sementara sebelumnya, kedua bupati yang juga sesama ketua PAN di kedua kabupaten tersebut saling berbalas surat 'mencegal' warga untuk melintas tanpa ada dokumen lengkap seperti surat keterangan sehat dari dokter, surat keterangan hasil rapid test, surat rekomendasi perjalan dari tim satgas covid-19 dan menunjukan identitas diri berupa KTP dan atau SIM.

Mengkonfirmasi peristiwa yang terjadi, kedua bupati belum berhasil dihubungi tim media.

 

Penulis : Edi Risal


Halaman