Top Pick
Wakil Gubernur NTT Bersama Sopir dan Ajudanya Positif Corona Wagub NTT Apresiasi Upaya Misi Dagang Antara Dua Provinsi Sebagai Upaya Mewujudkan Kesejahteraan Masyarakat Yuk Cek Destinasi Liburan Favorit di Manggarai Barat Penerapan New Normal, Pengusaha Pub Labuan Bajo Minta Pemerintah Berlaku Adil Diduga Tilep Anggaran BOK, Inspektorat Diminta Periksa Kapus Lawir dan KTU Puskesmas 23 orang Diketahui Melakukan Kontak Erat dengan Pasien Covid -19, Dr. Muna Fatma: Semuanya akan Dirapid Test

Dewan Pengurus ASPKOPPI Resmi Dikukuhkan

POSTNTT.COM | Labuan Bajo - Assosiasi Pengusaha Karaoke dan Panti Pijat (ASKOPPI) Labuan Bajo, Manggarai Barat menggelar acara deklarasi serta pengukuhan dewan pengurus periode 2020-2022 di aula hotel Pelangi pada Jumaat (10/07).

Acara deklarasi dan pengukuhan dewan pengurus ini turut dihadiri oleh sejumlah perwakilan pemerintah setempat. Selain itu, tampak sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh pemuda hadir dalam acara tersebut.

Agustinah, ketua ASPKOPPI kepada media menjelaskan ASPKOPPI dibentuk sebagai wadah kesaatuan para pengusaha karaoke dan panti pijat yang bertempat di Labuan Bajo.

“kalau kemarim-kemarin kita jalankan usaha masing-masing. Tidak assosiasi yang menaungi kebersamaan para pengusaha. Ya sekarang ini, atas kesepakatan bersama kami membentuk assosiasi ini untuk menyatukan semua pikiran dari para pengusaha. Selain itu, dengan adanya asosiasi ini, setidaknya membantu pemerintah dalam pengawasan terhdapat tempat usaha karaoke dan panti pijat ini,” ujar Agustinah.

Agustinah melanjutkan, keberadaan tempat hiburan di Labuan Bajo sangat penting untuk mendukung pariwisata. Karenanya, ia berharap agar tempat usaha karaoke dan panti pijat di masa new normal ini diberi ruang untuk kembali membuka tempat usahanya dengan menggunakan protokoler covid-19 sesuai anjuran pemerintah.

Agustinah mencontohkan, di Kota Semarang, tempat-tempat hiburan telah kembali dibuka dengan menggunakan standar kesehatan yang sesuai anjuran pemerintah.

“Covid ini tidak memiliki kepastian waktu kapan berakhir. Satu sisi, desakan ekonomi-sosial terus ada. Oleh sebab itu, melalui ASPKOPPI kami sangat berharap kepada pemerintah untuk membuka ruang agar kami dapat kembali menjalankan usaha ini,” tandasnya.

Dijelaskanya, saat ini ASPKOPPI menaungi 4 tempat usaha karaoke dan 10 tempat usaha panti pijat. Dari total ke-14 usaha itu, terdapat 75 karyaawan yang saat ini masih menjadi tanggung jawa para pengusaha.

Sementara Ferdinandus Ben yang mewakili pemerintah daerah Manggarai Barat mengapresiasi atas adanya wadah para pengusaha karaoke dan panti pijat.

Dikatakan Ferdinandus, assosiasi ini sangat penting dan mempermudah pengawasan pemerintah dalam penertiban izin dan juga persoalan lainya.

“ini sudah sangat baik. Dan tentu harapanya, asosiasi ini akan membantu pemerintah,” katanya.

Terkait permintaan untuk membuka kembali tempat usaha, Ferdinandus menjelaskan jika hal itu perlu ada pertimbangan dan diskusi yang mendalam.

Kepala seksi Inteljen kejaksaan Labuan Bajo, Putu Andi Sutadharma mendorong ASPKOPPI untuk mengurus legalitas hukum.

“wadah ini bagus, hanya saja harus dibuatkan legalitas hukum. Sehingga kedepanya ketika ada persoalan, ASPKOPPI dapat dilindungi melalui payung hukum yang ada,” tuturnya.

selain itu, ia juga berharap agar semua tempat usaha memiliki  izin usaha. 

 

Penulis : Edison


Halaman