Top Pick
Diskusi Virtual Polemik WPS dan Tambang Batu Gamping Di Matim, Gubernur NTT, Ahli Geologi Absen AHP : Pentingnya Koordinasi Pemerintah Pusat dan Daerah Terkait Pariwisata Tim Penyidik Kejati NTT Sita Lahan Keranga 30 Ha Lakalantas di Robo, Pengendara Sepeda Motor Luka luka Hindari Penyakit Paru-Paru Dengan 7 Kebiasaan Sehat Berikut Diresmikan Akhir Maret, Terminal Wae Kelambu Penunjang Destinasi Wisata Super Prioritas Labuan Bajo

Di Duga Dibunuh, Keluarga Korban Lakalantas Datangi Polres Ende

POSTNTT.COM | Ende - Kematian saudara Muhamad Ibrahim Bin Mursalim (Mario) salah satu warga RT. 05/ RW. 03 Lingkungan Watujara, Kelurahan Matupaga Kabupaten Ende akibat kecelakaan lalu lintas pada (05/07/20) di Jln. D.I Penjaitan oleh pihak keluarga besarnya dinilai tidak wajar.

Salah satu keluarga almarhum, Valetinus Leta saat di temui media pada Rabu (22/07/20) mengatakan kematian almarhum Mario ini bukan murni kecelakan lalu lintas karena dilihat dari kronologis peristiwa dan saksi - saksi yang ada kami keluarga menduga bahwa kematian almarhum itu dibunuh.

"Kami keluarga menduga anak kami dibunuh bukan murni kecelakan lalulintas, Karena ditemukan pada beberapa bagian tubuh almarhum seperti terjadi di bagian kepala dan ibu jari yang diduga akibat pukulan benda tumpul maupun pada beberapa bagian tubuh lainnya," ujarnya.

Valen menambahkan berdasarkan kornolgis dan saksi - saksi tersebut, kami keluarga bersepakat melaporkan kembali kejadian yang dialami almarhum ke Kepolisian Resort Ende agar segera ditindaklanjuti dengan proses hukum sesuai aturan yang berlaku.

Kasat Lantas Polres Ende, Febrian Eko Putra yang dikonfirmasi media mengatakan kejadian tersebut sudah sekitar sebulan yang lalu. Dari hasil olah TKP yang sudah dilakukan, kepolisian menyimpulkan almarhum mengalami Kecelakan tunggal.

"Dari hasil olah TKP kami menyimpulkan bahwa almarhum mengalami kecelakan tunggal, ini baru kesimpulan awal karena almarhum dalam keadaan mabuk saat mengendarai motor sehingga ketika kita melihat luka yang dialami dan motor dengan seretan di aspal cukul sinkron," jelasnya.

Febrian menjelaskan, berdasarkan hasil Visum yang bersangkutan menderita cederah berat di bagian kepala dikarenakan disaat mengendarai motor tidak menggunkan helem otomatis kepalanya berbenturan dengan aspal sehingga telinga kanannya terus mengeluarkan darah.

Terkait laporan keluarga, Febrian mengaku siap mendalami kasus tersebut dengan hadirnya saksi -saksi dan apabila di kemudian hari dugaan mengarah ke pembunuhan maka akan dilimpahkan ke bagian Reskrim karena bukan lagi masalah kecelakan lalu lintas melainkan tindakan pidana.

Ia juga meminta kepada pihak keluarga almarhum untuk mempercayakan pihak Kepolisian mengusut tuntas masalah ini.

“Saya minta kepada seluruh keluarga korban, agar menahan diri dan dukung kami sehingga kami dari pihak kepolisian bisa menadalmi dan menelusuri persoalan ini serta mengusut sampai tuntas," tutupnya.


Penulis : Ronald Degu


Halaman