Top Pick
Peduli Covid-19, Suzuki Serahkan Bantuan APD Dan 1 Mobil Pick Up Ke Pemda Ende Anggota DPR RI Nasdem Bersama DPD II Mabar Bagi 2.750 Paket Sembako ke Warga Terdampak Covid KPU Ende Lakukan Pemutahkiran Data Pemilih Berkelanjutan 24 Santri 'Cluster Magetan' di Ende Jalani Rapid Test, Ini Hasilnya Tolak Tambang Batu Gamping dan Pabrik Semen, GMNI dan PMKRI Kembali Gelar Aksi Demo Jilid II Dapat bantuan Sembako PKB, Janda Lansia ini Mengaku Terharu

Didata Sebagai Penerima Bantuan, Mahasiwa Mabar Dapat Menelpon Langsung Kepala Dinsos

POSTNTT.COM | Labuan Bajo - Terkait bantuan untuk mahasiswa di kabupaten Manggarai Barat, pemerintah telah melakukan pendataan melalui dinas PKO Mabar.  Hasil pendataan yang dilakukan oleh dinas PKO Mabar terdapat 6.040 mahasiswa aktif asal Manggarai Barat yang datanya diperoleh dari semua desa se-kabupaten Manggarai Barat.

Data yang dihimpun PKO Mabar selanjutnya diserahkan ke dinas sosial kabupaten manggarai Barat. Namun data yang diperoleh PKO Mabar ini berkembang ketika data berada di tangan pihak Dinas Sosial.

Di Dinas sosial, data mahasiswa menjadi 6.666 mahasiswa. Terkait adanya penambahan data ini, sejumlah anggota DPRD Mabar heran. Salah satu anggota DPRD Mabar yang mempertanyakan pembengkakan data mahasiswa tersebut ialah Sewar Gading, anggota DPRD Mabar Fraksi PKB.

"Berdasarkan Juknis yang disampaikan kewenangan pendataan ada di dinas PKO. Koq Dinsos membuat pendataan baru?," tanya Gading, yang juga sekretaris Komisi III DPRD Mabar di sela rapat bersama Dinas Sosial dan Dinas PKO Mabar pada Kamis (25/06) di ruangan Komisi III DPRD Mabar.

Menanggapi hal itu, Agusthinus M. Mangiradja, kadis sosial Mabar menerangkan jika penambahan data mahasiswa itu berdasarkan informasi yang masuk langsung ke pihaknya melalui sambungan WhatsApp maupun telepon.

"Kami data By phone. By WhatsApp. Daftarnya langsung ke kami, ke dinas sosial," jawab Agusthinus kepala dinas Sosial Manggarai Barat.

Selain itu, ia juga menerangkan bahwa data-data tersebut juga dihimpun melalui keterangan orang tua mahasiswa secara langsung dan pihaknya mempercayai hal itu.

"Ada data Keterangan orang tua, keterangan mahasiswa ke kami dan kami percaya itu sehingga kami mendata mereka sebagai calon penerima bantuan," tambahnya.

 

Penulis : (Edison)

Baca Juga