Top Pick
Kursi Wakil Bupati Ende Kosong, Nasdem Dorong Kader Internal Partai Tanah Longsor di KM 17, DPRD Ende Desak Satker PJN IV Flores untuk Segera Atasi HPN 2021 : Martin Mitar Ungkap Peran dan Fungsi Strategis Pers di Manggarai Barat Spot Wisata Kaki lena Hills, Solusi untuk Tempat Resepsi di Ende Lia Ga, Bidadari Perawan Kota Ende Yang Menggoda Pria di Poco Ranaka Diduga Perkosa Siswi SMP di Kebun kopi

Dinas Pariwisata Matim Menggelar Pertunjukan Seni Mural dan Grafiti

POSTNTT.COM|BORONG - Upaya melestarikan kebudayaan Manggarai Timur melalui karya seni mural dan grafiti, Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai Timur melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan menggelar pertunjukkan seni mural dan grafiti di pantai Cepi Watu, Minggu (20/12/2020). 

Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Dinas Pariwisata Manggarai Timur, Frans Bukardi, menjelaskan bahwa, pertunjukan ini digelar sebagai salah satu upaya pemerintah untuk melestarikan kebudayaan di Manggarai Timur. 

Lanjutnya, pertunjukkan ini digelar berkat dukungan komunitas Garda Kebudayaan Matim yang merupakan gabungan berbagai komunitas, pelukis, dan pegiat seni yang berada di Matim.

Mereka adalah anak-anak muda Matim yang memiliki bakat luar biasa. Ada yang jago menari, melukis wajah, membuat ukiran, membuat patung, seni instalasi. Beberapa diantara mereka pernah menjuarai event-event seni budaya yang digelar baik di Manggarai Timur maupun di Provinsi. 

“Hal yang mengagumkan adalah keikutsertaan mereka pada kegiatan itu betul-betul ingin menunjukkan kecintaan terhadap kabupaten ini. Mereka tidak dibayar sepersenpun. Mereka mau memperkenalkan diri kepada publik sekaligus ikut bersama Pemerintah dalam mewujudkan masyarakat yang berbudaya sebagaimana visi Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur,” jelas Frans Bukardi.

Frans menyebut, mereka yang akan ikut dalam pertunjukkan itu antara lain ; Rian Jabu, asal Biting Desa Ulu Wae, Eusabius Sirajudin asal Kalo, Kelurahan Wangkung, Sambi Rampas, Frans Pantur asal Kelurahan Mandosawu, Poco Ranaka, San Sarung asal Rana Mese, Willy Barus asal Jawang, dan Ludwig Wisang asal Bugis, Borong. 

Dikatakan Frans, pertunjukkan mural dan grafiti dilaksanakan di obyek wisata Pantai Cepi Watu.

Pihaknya memilih Pantai Cepi Watu, karena dinilai strategis untuk mewartakan kebudayaan itu.

Frans mengungkapkan, pertunjukkan ini sekaligus menjawab amanat UU Pemajuan Kebudayaan, bahwa kebudayaan mesti memberi asas manfaat kepada masyarakat pendukungnya. Artinya kebudayaan tidak saja dilestarikan, tetapi mesti berdampak ekonomis. 

Pemerintah berharap dengan terselenggaranya kegiatan itu, masyarakat Manggarai Timur akan segera memiliki spot foto baru yang unik. Melalui spot foto itu, upaya pelesatraian kebudayaan akan berjalan dengan sendirinya. 

“Kita ingin menyasar milenial untuk  mengetahui, mengenal, serta mengapresiasi kekayaan kebudayaan daerahnya. Sebab obyek lukisan dan grafiti yang ada ini tentang keunikan seni dan budaya dan pariwisata Manggarai Timur,” ungkap Frans.

Frans menlanjutkan,  pihaknya juga berharap pasca pertunjukkan itu, arus kunjungan ke Cepi Watu akan semakin bertambah di waktu yang akan datang.

Frans mewakili Dinas Pariwisata mengucapkan terima kasih berlimpah kepada semua pihak yang sudah mendukung pertunjukkan yang akan digelar di Pantai Cepi Watu.

“Melalui Kebudayaan kita akan dikenal, karena itu, mari bersama melestarikannya untuk kesejahteraan kita bersama,” tutup Frans. (Iren Leleng).

 

 

Baca Juga