Top Pick
Cek Penegakan Prokes, Panglima TNI Dan Kapolri Kelilingi Dua Pasar Di Bali Seorang Kakek di Matim Tega Mencabuli Anak di Bawah Umur Peduli Covid, Majelis Jemaat Di TTU Bagikan Beras Gratis Kepada Keluarga Tidak Mampu DKPP Mabar : Ikan Tangkapan dari Mabar Aman dan Bebas Racun Satu dari Dua Korban Tabrak di Manggarai Meninggal Dunia Mengapa Pangan Lokal Jarang Muncul dalam Usaha Kuliner di Labuan Bajo?

Diresmikan Akhir Maret, Terminal Wae Kelambu Penunjang Destinasi Wisata Super Prioritas Labuan Bajo

Pembangunan Terminal Wae Kelambu yang rencananya diresmikan akhir Maret 2021. Foto: ist

 

POSTNTT.COM | LABUAN BAJO - Terminal multipurpose Wae Kelambu Kelurahan Wae Kelambu, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat rencananya akan diresmikan (soft launching) pada akhir bulan Maret 2021. Terminal Wae Kelambu adalah terminal multipurpose dan terminal logistik penunjang pariwisata di Labuan Bajo, Tenggara Timur (NTT).

Untuk diketahui, Terminal Wae Kelambu merupakan salah satu infrastruktur pendukung destinasi wisata super prioritas (DPSP) di Labuan Bajo, Manggarai Barat.

Selain untuk terminal barang, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan berharap Terminal Wae Kelambu mampu menjadi salah satu peluang bagi masyarakat setempat untuk menaikan taraf hidup.

Pemimpin Proyek Investasi Strategis Labuan Bajo PT Pelindo III (Persero) Mukhamad Fathoni dalam keterangan tertulisnya menyatakan harapannya agar sebisa mungkin peresmian terminal dilakukan sekitar tanggal 31 Maret 2021.

"Kita berharap tanggal 31 Maret 2021 dapat dilakukan soft launching Terminal Multipurpose Wae Kelambu," katanya.

Beliau mengutarakan hal tersebut dalam kunjungan kerja Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Ayodhia GL Kalake ke proyek pembangunan infrastruktur tersebut, Minggu (7/2/2021).

Beliau mengatakan pembangunan terminal Multipurpose menunjukkan progres yang baik. Pembangunan terminal di sisi laut sudah hampir rampung, mencapai sekitar 92 persen pengerjaan, sedangkan pembangunan di sisi darat sudah mencapai 89 persen.

"Pembangunan Terminal Multipurpose Wae Kelambu ini menunjukkan progres yang baik," kata Ayodhia.

Namun, Direktur Teknik Labuan Bajo PT Pelindo III Boy Robyanto mengatakan ada empat hal yang wajib diperhatikan pemerintah.

Pertama, perlu membuat drainase dan perluasan perbaikan geometri jalan sepanjang delapan kilometer.

Kedua, terkait reroute. Diharapkan akses masuk pelabuhan tidak berliku-liku yang akan membingungkan penggunaan jalan dan membuat penumpukan kendaraan.

Ketiga, terminal bahan bakar minyak (TBBM) diharapkan mampu menjadi pusat distribusi BBM di wilayah Flores bagian barat.

"Keempat, persiapan kegiatan operasional pelabuhan, khususnya untuk kegiatan soft launching," jelas Boy.

Dana sebanyak Rp173 miliar dari APBN digunakan untuk pembangunan Terminal Wae Kelambu.

Menurut rencananya, terminal Wae Kelambu akan digunakan untuk lalu lintas logistik dan bongkar muat kontainer, kargo, dan curah cair. Hal ini bertujuan agar tidak menggambungkan aktivitas pariwisata dan bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Labuan Bajo.

Di Pelabuhan Labuan Bajo akan dibangun terminal Yacht. Untuk pelabuhan sendiri difungsikan sebagai tempat bersandar kapal-kapal wisata dan kapal penumpang.

 

(Edison Risal)

 

 


Halaman