Top Pick
Pemdes Ngkiong Dora Bagi BLT Tahap II Mahasiswa dan pemuda NTT di Samarinda gelar Aksi Galang dana untuk Bencana Lembata Gugatan Pilkada yang Penuhi Syarat Hanya 25 Daerah Buron 3 Tahun Kasus Alkes di Manggarai Timur Akhirnya Berhasil di Tangkap BOPLBF Ikuti dan Apresiasi Penanaman Pohon Baobab di Labuan Bajo Kejaksaan Didesak Usut Proyek Mangkrak Terminal Kembur Matim

Dishub Matim Angkat Bicara Terkait Proyek Terminal yang Mangkrak

(Bangunan terminal angkutan umum di Kembur. Foto : Iren Leleng )

 

POSTNTT.COM | BORONG - Pembangunan terminal kembur, Manggarai Timur yang menelan anggaran 1 Milyar lebih menuai kecaman dari berbagai pihak. Ada yang menuding, proyek tersebut diduga dikerjakan asal-asalan untuk mendapatkan keuntungan. 

Bagaimana tidak, proyek yang dibangun 7 tahun silam itu hanya berdiri kokoh tidak terawat dan tidak digunakan.

Menanggapi berbagai tudingan tersebut Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Manggarai Timur, Gaspar Nanggar, kepada POSTNTT.COM, Sabtu (30/01/2021), mengatakan, terkait proyek  terminal Kembur yang telah diberitakan oleh rekan-rekan media,  itu dibangun dalam tiga tahap.

Tahap I tahun 2013 gedung terminal, tahap II tahun 2014 pagar keliling dan tahap ke III tahun 2015 lapen pelataran terminal dan tuntas.

Kata Gaspar, Yang menjadi soal proyek terminal ini setelah dibangun, belum ada pengerjaan jalan masuk menuju terminal kembur. Masih jalan tanah dan rusak akibat pengerjaan proyek terminal. Sehingga terminal ini tidak bisa beroperasi.

Lebih lanjut Gaspar menjelaskan, jalan menuju terminal Kembur baru dikerjakan tahun 2018 oleh Dinas PUPR MATIM.

"kerusakan-kerusakan yang ada di dalam terminal itu murni kurang perhatian atau perawat dan penjagaan aset terminal," katanya.

Lanjut dia, di tahun 2020 kami sudah koordinasi dengan Dinas Prindagkop untuk melakukan kolaborasi antara pasar dan terminal karena kami melihat banyak lahan kosong didalam yang bisa di buat lapak-lapak pedagang sebagai ungkit aktivitas kegiatan terminal.

"Dinas prindagkop setuju dan mereka siap utuk masuk pedagang yang jual dipinggir jalan menuju lehong. Dengan kesepakatan untuk di perbaiki WC dan penambahan lubang WC, Pintu dan jendela dan perbaikan lainnya," paparnya.

Lanjtunya, air PAM sudah pasang tahun  2020 kemarin, saat mau lakukan kegiatan dan penataan muncul pandemi Corona Virus Disease (Covid-19). "Karena itu tidak  bisa dilakukan, kami rencana tahun 2021 ini untuk selesaikan," tutupnya.  (Iren Leleng)

 

 


Halaman