Top Pick
Maximilanus Adi Pati Pari Mengucapkan Dirgahayu RI BREAKING NEWS : 1 Pasien Asal NTT Positif COVID-19 Diduga Tilep Anggaran BOK, Inspektorat Diminta Periksa Kapus Lawir dan KTU Puskesmas Gelar Reses Di Matim, Julie Laiskodat Minta Pemda Fasilitasi Para Petani BOPLBF Kembali Laksanakan Gerakan BISA, Destinasi Wisata Flores Timur Terus Berbenah Covid-19 berhasil menunda Pilkada Serentak 2020

Diskusi Virtual Polemik WPS dan Tambang Batu Gamping Di Matim, Gubernur NTT, Ahli Geologi Absen

POSTNTT.COM, KUPANG - Diskusi Virtual tentang polemik rencana kehadiran pabrik semen dan batu gamping di Desa Satar Punda, Manggarai Timur (Matim) yang diselenggarkan oleh Ultras Victori di Hotel Aston, Jumaat (10/07/2020), Gubernur NTT Viktor B Laiskodat, Pihak Perusahaan dan Tim ahli Geologi, tidak hadir, Aliansi Mahasiswa Manggarai Raya (Ammara), memilih aksi walk out.

Yang menjadi Narasumber dalam diskusi virtual itu adalah, Kepala dinas ESDM Provinsi NTT, Bupati Manggarai Timur, Pengamat Pembangunan Pius Rengka, Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia, Perwakilan Wahli, dan perwakilan Aliansi Mahasiswa Manggarai Raya (AMMARA) Kupang.

Ammara, yang semulanya hadir di ruang diskusi dan hendak bertukar argumentasi serta data, akhirnya memilih keluar ruangan meninggalkan diskusi. Adeodatus Syukur, Koordinator Umum Ammara, mengatakan, pihaknya melakukan aksi walk out karena beberapa alasan.

Antara lain, karena Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat tidak hadir dalam diskusi. “Beliau (Gubernur) merupakan aktor penting dalam kehadiran pabrik semen dan tambang batu gamping di Matim, di mana gubernur yang punya kewenangan dalam menerbitkan Ijin,” tandas Deo," ujar Deo

Selain itu, lanjut Deo, tim dari perusahaan serta tim ahli Geologi Indonesia juga tidak hadir.

“Mestinya (mereka) harus hadir dalam diskusi. Tim itu harus mampu menjelaskan ke publik terkait dampak, baik positif maupun negatif dari kehadiran tambang dan pabrik semen,” tegas Deo.

“Lalu, bagi kami ruang diskursus ini tidak relevan, IUP eksplorasinya sudah di keluarkan. Selama IUP eksplorasi ini belum keluar, mestinya pembahasan awal harus terbuka ke publik,” tambahnya.

Meski demikan, Deo mengatakan, Ammara mengapresiasi kepada Ultras Victory yang menginisiasi adanya diskusi terkait polemik pabrik semen dan tambang batu gamping di Luwuk dan Lengko Lolok, Desa Satar Punda, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur (Matim).

“Tentunya, diskusi ini bagian dari upaya menjunjung tinggi nilai demokrasi,” tutup Deo.


Penulis: Iren Leleng


Halaman