Top Pick
Kades Rengkam Diduga Nekat Mempekerjakan Warga Untuk Mencuri Jalani Karantina Covid-19 di Saat Hari Raya Idul Fitri adalah Hikmah Tim Penyidik Kejati NTT Sita Lahan Keranga 30 Ha Sejak Tahun 2012, Janda Di Kota Komba Matim Ini Belum Rasakan Bantuan PKH Ryrin Robeltildis : Saya Bangga dan Terharu saat Orang Tua yang Pindahkan Kucir Toga di Wisuda Online Uniflor Petinju Asal Manggarai Timur Salurkan Bantuan Untuk Mahasiswa Di Surabaya

Edi-Weng Akan Perhatikan Tenaga Medis dan Tenaga Medis Sukarelawan

(Calon Wakil bupati, dr. Yulianus Weng saat mengunjungi wilayah pesisir Labuan Bajo. Foto : Ist)

 

POSTNTT.COM | LABUAN BAJO - Gaji dan kesejahteraan tenaga medis sebagai tulang punggung penjaga kesehatan masyarakat di Manggarai Barat sangatlah memprihatinkan. Pemerintah Daerah selama ini absen memperhatikan gaji dan kesejahteraan tenaga medis. Bahkan ada 293 orang tenaga medis suka rela tersebar di seluruh Manggarai Barat dan dibiarkan tanpa gaji dan tanpa solusi oleh pemerintah daerah Manggarai Barat.

Pasangan calon Edistasius Endi dan Yulanus Weng (Edi-Weng) akan memperhatikan nasib para pekerja medis.

“Tenaga medis suka rela yang ditugaskan di setiap fasilitas kesehatan selama ini tidak digaji. Mereka berjumlah 293 orang tenaga medis. Edi-Weng akan memberikan perhatian khusus kepada tenaga medis sukarelawan ini nanti dan akan menaikan statusnya bukan lagi tenaga sukarela, tetapi tenaga medis yang akan digaji dari keuangan daerah sebesar Rp 800.000,00-per bulan”, kata calon bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi kepada wartawan (Selasa, 24/11/2020).

Edi juga mengatakan gaji tenaga medis sekarang di Mabar hanya sebesar Rp 300.000,00 per bulan. Ini sangat memprihatinkan.

“Saya benar-benar konsen dengan isu kesehatan Mabar ini. Saya juga akan berjuang menaikan gaji mereka sampai Rp 800.000,00 per bulan. Kami juga akan memperjuangkan agar Pendapatan Asli Daerah (PAD) ditingkatkan agar memndapat ruang lebih leluasa untuk membiaya gaji para pekerja medis ini. Mereka berjuang demi kemanusian, tugas pemerintah adalah memperhatikan kesejahteraan para medis”, kata Edi.

Pemeriksaan Ibu Hamil bukan lagi minimal 4 kali, tetapi menjadi 6 kali. “Dari 6 hari itu, 2 kali wajib diperiksa dokter.

“Ini makanya penting bagi Edi-Weng mengisyaratkan agar dokter selalu ditempatkan di setiap puskesmas di kampung-kampung”, kata Edi.

Dalam rangka menjalankan program di atas, Edi mengatakan gaji dokter PTT Manggarai Barat ke depan harus dinaikan menjadi Rp 10 juta per bulan. “Sekarang kan dianggaran baru Rp 7,5 juta. Kalau kita naikan sedikit bagus dan menjadi insentif bagi para dokter PTT supaya banyak yang berminat melakukan PTT di Mabar. Isu kesehatan ini sangat penting. Pemda tak boleh pelit soal gaji para medis, ini soal kesehatan dan manusia”, kata Edi. *

 

 

Baca Juga