Top Pick
Kepala Bappeda Manggarai Barat Ucapkan Selamat Pesta Paskah 2020 Gelar Musyawarah Desa, Ini Sejumlah Point Penting Yang Dibahas di desa Tango Molas Konfirmasi Varian Baru Korona, Presiden: Jangan Panik, Tetap Disiplin Jalankan Prokes Masyarakat Soroti Kinerja Pemdes Benteng Wunis Satgas Covid-19 Matim Gelar Rapid Antigen Masal Puskesmas Colol Gelar Vaksinasi Nakes Tahap Pertama

Gelar Beda'kan Batch 6, Kemenparekraf Dorong Inovasi Pengusaha Lokal untuk Lampaui Pasar Global

Kegiatan Kurasi Bedah Desain Kemasan (BEDA,KAN) Batch 6 di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), NTT. Foto: ist

 


POSTNTT.COM | LABUAN BAJO - Untuk mendorong pengusaha lokal terus semangat berkreasi dan berinovasi menghasilkan produk lokal yang inovatif, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menggelar kegiatan Kurasi Bedah Desain Kemasan (BEDA'KAN) Batch 6 di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), NTT.

Theresia Isidoris Fernandez, pemilik brand Sibakloang Gallery & Coffee yang menjadi salah satu peserta dalam kegiatan tersebut mengaku antusias dan percaya bahwa program tersebut merupakan sebuah kesempatan baik dan inspiratif bagi pengusaha lokal.

‚ÄĚHari ini kami diberi ilmu yang baik dalam mengemas suatu produk dan diarahkan soal segmentasi pasar, sehingga kami tidak ragu lagi memamerkan produk yang dihasilkan kepada wisatawan. Oleh karena itu, terima kasih kepada pihak Kemenparekraf atas kesempatan baik ini," Ungkap Theresia Isidoris Fernandez, saat mengikuti kegiatan kurasi Bedah Desain dan Kemasan (BEDA,KAN) Batch 6 Hari Kedua, Sabtu, 17 April 2021 yang diselenggarakan di Ballroom Hotel Bintang Flores.

Sementara itu, Koordinator industri kreatif DKV, Arsitektur dan Desain Interior Kemenparekraf, Imam Wuryanto, menyatakan bahwa Kegiatan Beda'kan membuka peluang bagi para pelaku ekonomi kreatif di bidang kuliner di wilayah Labuan Bajo. Dengan label sebagai Kota Super Premium, brand produk lokal yang dihasilkan oleh para pelaku ekonomi kreatif dibidang kuliner harus didorong untuk bisa bersaing bahkan menembus segmentasi pasar global.

"Kegiatan ini membuka peluang bagi para pelaku ekonomi kreatif di bidang kuliner di wilayah Labuan Bajo. Oleh karena itu, produk yang dihasilkan juga harus berimbang dengan label pariwisata super premium, sehingga desain kemasan yang dihasilkan para pelaku industri bidang kuliner, harus benar-benar memiliki kemasan berkualitas," ungkapnya.


Halaman