Top Pick
Kerjasama PDAM Tirta Kelimutu bersama BPD NTT Diapresiasi Pelanggan 180 Peserta Siap Ikuti Simulasi Protokol Keselamatan dan Keamanan di Labuan Bajo Bantu Bencana Alam di Lembata, Gabungan Elemen masyarakat Ende Lakukan Aksi Kemanusiaan Ruas Jalan di Desa Waecodi Kecamatan Cibal Barat Tertimbun Longsor Kutuk Aksi Teror di Makassar, Presiden: Semua Ajaran Agama Menolak Terorisme Khatariana Deno : Sentuhan Kasih Sayang dan Perhatian Dapat Menyembuhkan ODGJ

Hasil Komoditas Empat Kabupaten di Flores Siap di Ekspor

(Coeffee Morning Karantina Pertanian dan Dinas Pertanian bersama  Media di Ende. Foto : Ronald Degu)

 

POSTNTT.COM | Ende Berdasarkan data Bada Pusat Statistik (BPS), Salah satu sektor yang menyumbang untuk eksporadalah pertanian. Komoditas pertanian di indonesia sangat beragam dari sektor holikultural, perkebunan, dan Hasil Hewan.

Kementrian Pertanian memilik beberapa program strategis untuk menggenjot produk ekspor dari komoditas pertanian, salah satu program yaitu Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (Gratieks). Kementan telah merilis sepuluh komoditas pertanian ekspor diantaranya kopi, kelapa, lada, kakao, mete, sarang burung walet, porang manggis, kubis, wortel, dan mangga.

Kepala Karantina Pertanian Ende ir. Konstan, M.M kepada media rabu (21/10/20) mengatakan sangat mendukung program dari kemntrian pertanian dan terus menggalang kegiatan dengan mesosialisasikan terkait komoditas yang akan di ekspor.

Di antara sepuluh komoditas yang diekspor terdapat tujuh komoditas yang ada di pulau Flores dan Lembata, yaitu Kopi, kelapa, porang, kakao, mete biji, kopra dan kelapa.

Konstan menambahkan berdasarkan data Indonesia QuarantineFul Automation System (Iqfast), data yang di peroleh pada periode januari - september tahun 2020, sebanyak 46,6 ton kopi, 775,07 kopra, 476 ton kelapa bulat, 10 ton kelapa bungkil, 610 ton kakao, 125 ton mete, dan 59 ton porang yang dilalulintaskan dari Ende menuju pulau jawa dan Sulawesi.

"Berdasarkan potensi tersebut, Kita langsung turun lokasi di desa desa yang memiliki komoditas pertanian unggulan lokal yang memiliki niat potensi ekspor di pulau Flores. Kemudian kita berkoordinasi dengan pengusaha dan instansi setempat," ujar Kostaan.

Menurutnya ada 11 desa di empat kabupaten di flores yang komoditasnya siap akan di ekspor, kabupaten Ende di desa Ria Raja komoditas kako, desa Eko Ae komoditas jambu mete. Untuk kabupaten Nagakeo, ada tiga desa yaitu desa Mbea Nua Muri komoditas kelapa, desa Kota Wuji Barat komoditas Kakao, desa Jawapogo komoditas Cengkeh. dan kabupaten Ngada, desa Wawowea, desa Sobo dan desa Ware 1, komoditasnya Kopi, semntara Kabupaten Sikka, terdapat tiga desa yaitu desa Nangahale komoditas Kelapa, Komoditas Cengkeh, dan desa Nita komoditasnya kako.

Konstan berharap dengan program Gratieks bisa mendorong roda perekonomian dari sektor pertanian maupun peternakan bagi masyarakat Flores.

Sementara itu di kesmpatan yang sama Kepala Badan karantina Ali Jamil kepada media mengatakan sangat mendukung program GratiEks dan langkah strategis kementrian pertanian untuk meningkatkan volume ekspor, dan mendorong pertumbuhan eksportir baru, serta menambah ragam komoditas ekspor dan menambah mitra dagang.

"Kita akan lakukaan koordinasi dengan Pemerintah Daerah dan langsung mensosilisasikan komoditas ekspor, sehingga bentuk kerja sama dengan Pemerintah Daerah dan instansi terkait serta pengusaha dalam percepatan pencapaian program Gratieks bisa tercapai," tutup Ali. 

Untuk di ketahui bersama, program Gratieks merupakan salah satu program unggulan penyambung nilai ekspor. (Ronald Degu)

 

 


Halaman