Top Pick
Mahasiswa NTT Di Kalimantan Timur Keluhkan Tidak Dapat Bantuan Dinilai Langgar UU Konservasi, Pembangunan SarPras di Pulau Rinca Ditolak Keras Bibit Atlet Voly Profesional, Ludger Dirikan Sekolah Bola Voly Di Ende Ucapan HUT RI Paket Edi Weng Pilkada Mabar 2020 DPRD Salesius Medi: Bupati Matim Harus Tinjau Ulang Wacana Rasionalisasi THL Kadis PU-PR Matim: Ruas jln Rusak di Desa Wejang Mali - Wuas Siap Dikerjakan.

Hotel Di Labuan Bajo Larang Warga Bermain di Pantai Pede

POSTNTT.COM | Labuan Bajo - Kasus pelarangan warga bermain di areal pantai milik publik kembali terjadi di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Beberapa warga Labuan Bajo yang sedang asyik bermain bola di pantai pede yang terletak di Desa Gorontalo, Kecamatan Komodo tiba-tiba mendapat pelarangan oleh pihak keamanan Hotel Pantai Pede Permai, pada selasa sore (15/9/2020) saat sedang bermain di kawasan pantai Pede yang letaknya berbatasan dengan pekarangan milik hotel.

"Sempat terjadi adu mulut dengan pihak security Hotel tersebut. Kita dengan teman-teman bermain bola di pasir pantai, bukan di halamannya hotel. Tiba-tiba pihak security hotel bernama Maksi datang menghampiri dan melarang kita bermain bola," tutur seorang warga bernama Sutanto.

Ia meneruskan si security meminta dirinya agar menyingkir dari pantai tersebut. Menurut security dan beberapa staf hotel lainnya, bahwa lokasi pantai tersebut bukan tempat bermain.

Akan tetapi sebelum Sutanto dan rekannya bergegas, ia sempat bertanya ke security tersebut, kira-kira mengapa pihak hotel melarang warga pengunjung bermain di area pantai tersebut.

"Dengan santainya pihak hotel menjawab, bahwa kami yang bermain bola di area tersebut, dapat memicu perusakan terhadap tanaman milik hotel di area pantai," ujar Sutanto diamini pengunjung lainnya.

Menurut Sutanto dirinya bersama warga lainnya, bukan bermain di halaman milik hotel tersebut. Dirinya mengaku sangat kesal dan geram atas tindakan pihak pengamanan hotel.

Ia pun berharap, terhadap kawasan pantai yang ada di Labuan Bajo tidak boleh ada privatisasi dari pihak hotel manapun. Karena wilayah Pantai merupakan area publik.

"Jangan sampai seluruh kawasan pantai di labuan bajo semuanya dilarang bagi warga. Inikan milik umum," kesal Sutanto.

Sementara itu saat media meminta informasi dari pihak hotel, Maksi menerangkan bahwa atas tindakan pengusiran dan larangan tersebut, merupakan intruksi dari pihak pemilik hotel Pantai Pede Permai.

Ia mengakui bahwasannya hotel sekitar pantai juga memberlakukan larangan yang sama terhadap pengunjung Pantai Pede. Seperti hotel Laprima dan hotel Bintang Flores yang ada di sepanjang oantai Pede.

"Saya juga pernah dilarang, ketika bermain di hotel La Prima dan Bintang Flores. Saya juga dilarang pihak hotel tersebut. Sehingga atas kejadiat itu, saya pun memberlakukan hal yang sama," tegas Maksi.

Informasi tersebut juga diperkuat dengan pengakuan Yohanes Ardianto, salah satu petugas Hotel Pantai Pede Permai. Menurutnya Labuan Bajo merupakan daerah hotel dan penunjang pariwisata.

"Inikan Hotel, bagaimana mungkin tamu-tamu saya tenang kalau ada warga yang ribut barmain di sepanjang pantai? Ini sangat mengganggu tamu yang ada disini," tegasnya.

Menurutnya, jika tamu hotel sedang istrahat, warga tidak boleh mengganggu. Apa lagi bermain bola sepanjang pantai tersebut.

Ditempat terpisah melalui sambungan telpon Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Barat, Agustinus Rinus mengatakan, bahwa pihak hotel tidak boleh melarang orang bermain di areal publik, dan atas kejadian ini pihaknya akan mengundang PHRI dan memanggil pihak hotel Pantai Pede Indah Permai. *

Baca Juga