Top Pick
Prediksi Wabah Corona Akan Segera Berakhir Kades Papagarang Bantah Keras Tudingan Dirinya Korupsi Dana Desa Reses DPRD Ende, Warga Keluhkan Jalan Tani dan Air Minum BOPLBF Dorong Sinergitas Lintas Stakeholder Wujudkan Pariwisata Mandiri dan Berkelanjutan Tiba di Labuan Bajo, Presiden Jokowi Langsung Pantau Proyek Creativ Hub Puncak Waringin 6 Peraturan Bupati Manggarai Barat yang Segera Diterbitkan

Ini Penjelasan Mendikbud Terkait Isu Penghilangan Mata Pelajaran Agama dari Peta Jalan Pendidikan

Mendikbud Nadiem Makarim. Foto: ist


POSTNTT.COM | JAKARTA - Belakangan ini berkembang isu mata pelajaran agama dihilangkan dari peta jalan pendidikan. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menepis isu tersebut dan menegaskan pelajaran agama tidak akan dihilangkan dalam Peta Jalan Pendidikan 2020-2035.

seperti dikutip dari KOMPAS.com, menurut Nadiem isu yang beredar adalah hal tidak benar karena Kemendikbud tidak akan pernah menghapus mata pelajaran agama dalam peta jalan pendidikan. Pernyataan itu diungkapkan Nadiem dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI secara daring pada, Rabu (10/3/2021).

"Jelas isu itu tidak benar. Kemendikbud tidak akan pernah hilangkan mata pelajaran agama dalam Peta Jalan Pendidikan," tegas Nadiem secara daring dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI, Rabu (10/3/2021).

Agama adalah prinsip esensial dari Peta Jalan Pendidikan. Mata pelajaran agama dirancang untuk menciptakan pelajar yang beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia.

Menurut Nadiem, masyarakat perlu berpikir kritis untuk merespon dan menanggapi serta tidak terpengaruh oleh isu-isu yang belum terbukti benar.

"Itulah yang akan kita lakukan, untuk itu masyarakat berpikir kritis dan tidak percaya dengan isu hal-hal yang tidak benar," tegas dia.

Nadiem akan terus memastikan bahwa mata pelajaran agama akan terus berada di peta jalan pendidikan selanjutnya. Supaya menghindari isu dan pemberitaan yang tidak benar seperti ini.

Nadiem juga mengapresiasi masukan berbagai pihak yang mengatakan agar agama tetap ditulis secara eksplisit untuk memperkuat Peta Jalan Pendidikan.

"Jadi, kami pastikan terus bahwa pelajaran agama akan dimuat terus di Peta Jalan Pendidikan selanjutnya. Jadi tidak perlu dikhawatirkan," tutur Nadiem.

Selain itu, Plt Kepala Biro Kerja Sama dan Humas Kemendikbud Hendarman turut mengatakan, Peta Jalan Pendidikan 2020-2035 dirancang agar ekosistem pendidikan mampu menghasilkan anak-anak Indonesia yang beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia.

Hendarman menuturkan subtansi dokumen belum lengkap sehingga tidak dapat dikatakan dokumen final. Dengan demikian, peta jalan pendidikan akan tetap dimasukan dalam draf dokumen tersebut. Beliau juga mengatakan peta jalan pendidikan 2020-2035 mulai disusun atas dasar masukan positif Komisi X DPR RI.

"Dapat dilihat pada keterangan di setiap halaman bahwa dokumen tersebut masih berupa draf. Substansinya belum lengkap, sehingga tidak dapat dikatakan dokumen final," jelas dia.

Mengenai hal ini, Kemendikbud telah bertemu dan meminta masukan dari banyak pihak, seperti organisasi kemasyarakatan, perguruan tinggi, organisasi keagamaan, asosiasi profesi, institusi pendidikan, organisasi multilateral, dan lain sebagainya," sebut Hendarman. 

 

(Sari)

 


Halaman