Top Pick
PKB Ende Bagi 450 Paket Sembako dan 5.000 Masker ke Warga LMND DN Eksekutif Kota Kupang Kecam Tindakan Represif Aparat Kepolisian Polres Kupang Kota Hasil Kreatif, Warga Matim Sulap Kayu Jadi Furniture Keren Pekah dengan Kondisi Dermaga Kayu di Ropa, Dinas Perhubungan Ende Tinjau Lokasi Sudah Enam Jam, Pemeriksaan Bupati Mabar Hingga Sekarang Belum Selesai Pemdes dan Gereja Deutosoko Barat Ende Konsisten Mencegah Penyebaran Covid-19

Inkubasi Kuliner Lokal, BOPLBF Lahirkan 21 Pelaku Kuliner Lokal

POSTNTT.COM | LABUAN BAJO - Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOPLBF) menggelar acara Graduasi Inkubasi Kuliner Labuan Bajo 2020 sebagai rangkaian akhir kegiatan yang diinisiasi oleh BOPLBF, yang telah berjalan selama 3 bulan belakangan ini.

Direktur Utama BOPLBF, Shana Fatina bersama Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM (Perindagkop) Fransiskus Xaverinus Sukur, pada Minggu (15/12/2020), menyerahkan sertifikasi Graduasi Inkubasi Kuliner Labuan Bajo 2020 kepada para peserta yang merupakan pelaku ekonomi kreatif bidang kuliner.

dalam kesempatan tersebut Shana menjelaskan, bahwa Inkubasi Kuliner Labuan Bajo 2020 merupakan salah satu program sebagai upaya membantu pelaku ekonomi kreatif di bidang kuliner, dengan harapan peserta yang telah menjalani Inkubasi Kuliner ini menjadi salah satu FoodStartup di Labuan Bajo.

“Kami harap, dengan kegiatan pembinaan berkelanjutan pada subsektor kuliner di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat ini, dapat menciptakan produk khas kuliner Labuan Bajo yang berkualitas. Tak hanya itu, BOPLBF juga berharap dengan berakhirnya Inkubasi Kuliner Labuan Bajo ini, para peserta dapat menjalankan usahanya secara profesional dan berkelanjutan,” Ujar Shana.

Labuan bajo sendiri telah ditetapkan pemerintah sebagai 1 dari 10 destinasi unggulan Indonesia, dengan semakin dikenal sebagai daerah tujuan wisata, perkembangan pariwisata di Labuan Bajo diharapkan terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Sejalan dengan itu ketersediaan makanan khas yang berbasis lokal membutuhkan perhatian serius dan menjadi sangat penting sebagai bagian dari rangkaian kegiatan wisata.

kadis Perindagkop dan UKM Manggarai Barat, Fransiskus Syukur dalam sambutannya mengungkapkan antuasiasmenya atas kegiatan inkubasi tersebut. Menurut Fransiskus, pengembangan wisata gastronomi Manggarai barat saat ini menjadi sangat penting mengingat Labuan Bajo saat ini menjadi destinasi pariwisata super prioritas.

"Kami berterima kasih kepada BOPLBF yang telah menyelenggarakan kegiatan inkubasi ini. Labuan Bajo saat ini sangat butuh pengembangan kuliner lokal. Melalui inkubasi yang BOPLBF lakukan kami berharap kuliner Manggarai Barat dapat mendukung dan menjawab kebutuhan pariwisata super prioritas ini," ungkap Fransiskus.

Sementara itu Kepala Divisi Industri dan Kelembagaan BOPLBF, Wisjnu Handoko yang mengampu kegiatan inkubasi kuliner tersebut menjelaskan, subsektor kuliner merupakan salah satu subsektor ekraf unggulan yang banyak menyerap tenaga kerja, dan dianggap perlu dikembangkan secara baik terutama diprioritaskan di destinasi super prioritas yang telah dicanangkan oleh Kemenparekraf/Barekraf RI. Salah satunya adalah Labuan Bajo.

“Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas produk-produk usaha sektor ekonomi kreatif yang banyak digeluti masyarakat. Di samping mendukung perekonomian masyarakat, juga menjadi penopang pariwisata Labuan Bajo."

Wisjnu menjelaskan, beberapa bentuk pembinaan dalam inkubasi tersebut dilakukan seperti pembuatan aneka produk makanan dan oleh-oleh khas yang menggunakan resep dan bahan asli Manggarai Barat. Selain itu peningkatan kapasitas manajerial, pemasaran, dan kewirausahaan mitra dampingan, pemilihan kemasan dan bentuk pelatihan lain juga dilakukan.

Sebanyak 21 peserta berhasil lolos dan mengikuti Inkubasi Kuliner Labuan Bajo 2020 yang berlangsung selama 3 Bulan. Peserta terdiri dari 4 pelaku UMKM lokal dan 17 orang kelompok mahasiswa. Mentor kegiatan Inkubasi Kuliner, Chef Michael menjelaskan, para peserta sebelumnya mengikuti ujian trait mapping oleh psikolog sebelum akhirnya mengikuti program Inkubasi ini.

“Program Inkubasi Kuliner Labuan Bajo ini dilaksanakan dengan teknik in-class incubation, yaitu semua program dilaksanakan di kelas, termasuk uji produk dan pemberian materi inkubasi. Sementara itu kriteria dan persyaratan peserta dari Inkubasi Kuliner ini adalah anak muda yang berasal dari Labuan Bajo serta lolos dalam ujian trait mapping oleh psikolog. Selama tiga bulan ini para peserta dibekali materi pelatihan product development, networking, finance/ dasar akunting, human capital, hingga branding,” jelas Chef Michael.

Lebih lanjut Chef Michael berharap, para peserta Inkubasi Kuliner Labuan Bajo Flores nantinya siap untuk berusaha mandiri dan memahami prinsip-prinsip bisnis yang keberlanjutan terutama bagi usaha yang mereka jalankan masing masing.

“Saya pribadi berharap, dengan Inkubasi Kuliner Labuan Bajo 2020 yang diinisiasi oleh BOPLBF ini, para pelaku ekonomi kreatif di bidang kuliner dapat siap dan mandiri untuk terus berbisnis, berkembang, dan memaksimalkan potensi yang ada,” Tutup Chef Michael.*

 

 

 

Baca Juga