Top Pick
Pemadaman Bergilir Selama 24 Hari, Berikut Penjelasan Pihak PLN Labuan Bajo Yuk, Kenali Maksud Mabar Bangkit Menuju Mabar Mantap dari Paslon Edi Weng Gandeng General Multi Suplindo-Jakarta, LPPKPD Manggarai Serahkan 500 Masker Kain Kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kab. Manggarai Kasus Penganiayanaan Guru di Mabar Tengah Dilidik Polisi Mobil Ambulance Ditemukan Parkir di Lokasi Perkebunan, Ini Kata Kadis Kesehatan Matim Harga Cabai Rawit Merah Melejit Hingga 120.000/Kg

Jadi Miliarder Dadakan, Ratusan Warga Desa Ini Borong Mobil Mewah

(Para petani yang viral membeli mobil baru setelah menerima uang pembebasan lahan proyek, di Desa Sumurgenang, kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban. Foto: ist)

 

POSTNTT.COM | TUBAN - Beberapa waktu terakhir kita dihebohkan dengan video di jagat Maya tentang sebuah truk yang mengangkut banyak mobil baru dibeli.

Usut punya usut, ternyata mobil- mobil tersebut pesanan dari warga Desa Sumurgenang, kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban.

Dilansir dari CNN Indonesia, Menurut keterangan Kepala Desa Sumurgeneng Gianto, terdapat 17 unit mobil yang datang bersamaan pada Minggu (14/2/2021). Gianto melanjutkan bahwa 17 unit mobil tersebut cuma sebagian kecil dari total mobil baru, karena sebenarnya disebut sampai 176 unit.

Masih dilansir dari CNN Indonesia, di lokasi, mayoritas mobil yang dibeli warga merek Toyota, dari 17 unit mobil. Mobil- mobil tersebut merupakan pilihan para petani yang secara mendadak jadi miliarder karena menerima uang pembebasan lahan proyek kilang minyak dan petrokimia Grass Root Refinery (GRR) PT Pertamina (Persero) itu adalah Innova, Rush, dan Fortuner.

Para pembeli mobil tersebut memilih merek Toyota, kemungkinan karena sering melihat mobil dinas pejabat yang sering melintasi daerah tersebut. Selain Toyota ada juga mobil lainnya yakni Mitsubishi Pajero Sport dan Honda Jazz.

Gianto menjelaskan bahwa mobil yang terlihat dalam video ada 17 unit, tetapi sebelumnya ada total 176 mobil yang dibeli warga. Satu rumah bisa memiliki 2-3 mobil. kata Gianto, saat dihubungi pihak CNN Indonesia senin (15/2/2021).

Berdasarkan informasi yang ada bahwa khusus di Sumurgeneng lahan yang dibebaskan seluas 225 hektare dengan jumlah pemilik 225 orang.

Gianto menyebut ada sekitat 225 warga penerima bayaran pembebasan lahan dengan kisaran harga Rp600 ribu - Rp800 ribu per meter. Transaksi tertinggi pembebasan lahan untuk satu orang dikatakan bisa mencapai Rp25 miliar.

Siti Nurul Hidayatin, salah seorang miliarder tersebut mengungkapkan rasa tidak menyangkanya bisa memiliki harta hingga miliaran rupiah. Uang tersebut dia gunakan untuk berbagai kebutuhan, seperti investasi, beli rumah, deposito, dan beli mobil.

"Ya saya bersyukur bisa beli mobil dan investasi. Selain itu dengan adanya pembebasan tanah ini warga Sumurgeng jadi makmur, dan desa saya sekarang terkenal menjadi kampung miliarder," kata Siti. *


Halaman