Top Pick
1 PDP Yang Meninggal Di Mabar dinyatakan Negatif Covid-19 Pasien Covid-19 di Desa Surunumbeng Dinyatakan Sembuh Malang, Nasib Tiga Kakak Beradik di Ende Tewas Disumur Pasca Bencana Alam di Alor, Masyarakat Terdampak Mulai Krisis Air Bersih Ana Waha Kolin Nahkodai PKB Manggarai Barat Warga Watu Arus Soroti Kinerja Kades Paulus Anam.

Kejagung Berhasil Temukan 17 Kapal di Samarinda dan Sendawar Milik Tersangka Kasus Asabri

Salah satu kapal milik tersangka kasus Asabri, Heru Hidayat yang disita Kejagung di Kaltim. Foto: Ist

 

POSTNTT.COM - JAKARTA - 17 kapal milik Heru Hidayat (HH) seorang tersangka korupsi pengelolaan Keuangan dan dana investasi oleh PT Asabri (Persero) berhasil ditemukan dan diamankan Jaksa penyidik pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) di kota Samarinda dan Sendawar, Kalimantan Timur.

Seperti kutipan dari CNN Indonesia,
Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, mengatakan, 17 kapal tersebut adalah milik Heru yang merupakan Komisaris PT Trada Alam Minera.
Kapal-kapal tersebut disita sebagai barang bukti penyidikan kasus korupsi atau rasuah yang melibatkan tersangka Heru Hidayat.

"Kemarin (Rabu, 10/3) kapal-kapal disita itu secara fisik berhasil ditemukan di Samarinda dan Sendawar, 17 kapal sudah dikuasai penyidik," kata Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, saat dikonfirmasi, di Jakarta, seperti dilansir Antara, Kamis (11/3).
Febrie mengatakan, 17 kapal yang disita adalah milik Heru yang merupakan Komisaris PT Trada Alam Minera.

Febri melanjutkan, sebelumnya jaksa hanya berhasil menyita surat-surat kapal sementara kapalnya masih dalam pencarian. Sekarang 17 kapal sudah berhasil ditemukan.

"Dulu disita masih berupa surat-surat, kapalnya masih dicari, sekarang 17 kapal itu sudah ketemu," kata Febrie.

Febri menjelaskan, hingga sidang yang melibatkan Heru diputuskan pengadilan untuk sementara kapal-kapal itu diserahkan ke anak perusahaan PT Pertamina untuk dikelola.

Untuk diketahui, sampai saat ini Jampidsus Kejaksaan Agung sudah menetapkan sembilan orang sebagai tersangka penyidikan kasus dugaan korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi oleh PT Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri).

Di antara mereka ada dua mantan jenderal TNI, yaitu Mayor Jenderal TNI (Purn) Adam Damiri (Direktur Utama PT Asabri periode 2011-Maret 2016) dan Letnan Jenderal TNI (Purn) Sonny Widjaja (Direktur Utama PT Asabri periode Maret 2016-Juli 2020).

Direktur Utama PT Hanson International Tbk, Benny Tjokrosaputro, dan Komisaris PT Trada Alam Minera, Heru Hidayat adalah tersangka dari pihak swasta. Selain itu mereka merupakan tersangka dalam kasus korupsi di PT Asuransi Jiwasraya.

Kasus Asabri ini merugikan keuangan negara sebesar Rp23,73 triliun. Kerugian negara di kasus ini jauh lebih besar dari kasus Jiwasraya.

 

 


Halaman