Top Pick
Perkuat Minat Baca Anak, FTBM NTT Dirikan Kampung Literasi di Ende Pelajar yang Tenggelam di Pantai Waetiong Belum Ditemukan Terkait Pemberitaan 'Bersuka Ria Di Kios', Ini Klarfikasi Lurah Tanah Rata Manggarai Timur Paket Edi-Weng Gelar Acara 'Wuat Wai'i' Menuju Pilkada Mabar Proses Pendidikan di Daerah pada Masa Pandemi Breaking News : Dua Warga Mabar Positif Corona Berasal Dari Kecamatan Lembor

Kememparekar Gelar Bimtek Pemasaran Ekomomi Kreatif

(Andreas Hugo Parera, Anggota DPR RI Komisi XI membuka kegiatan Bimtek Pemasaran Eknomi Kreatif di Hotel Jayakarta, Sabtu,26/9/2020).

 

POSTNTT.COM | Labuan Bajo - Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) melalui Direktorat Pemasaran Ekonomi Ekonomi Kreatif Deputi Bidang Pemasaran gelar bimbing teknik (Bimtek) pemasaran ekonomi kreatif terhadap puluhan pelaku ekonomi kreatif di Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) di Aula Hotel Jayakarta, Sabtu (26/9/2020).

Kegiatan tersebut dibuka oleh Anggota Komisi XI DPR RI, Andreas Hugo Parera.

Dalam sambutannya, Andreas Hugo Parera mengatakan, Labuan Bajo yang memiliki image pariwisata super premium menjadi kebanggaan sekaligus tantangan.

Sebab, kata Andreas Hugo Parera, sumber daya manusia harus mumpuni karena didukung oleh sumber daya dan destinasi wisata yang luar biasa.

Sehingga, menurutnya sumber daya yang ada harus ditingkatkan dan para pelaku ekonomi kreatif harus mengambil bagian dalam pembangunan pariwisata yang ada.

"Semua ingin Pariwisata di Labuan Bajo maju, kemenparekraf pun ingin. Sehingga kita di daerah Jangan hanya tuntut, tapi mau berusaha. Kita jangan hanya menonton, kita lihat juga peluang yang ada dan berusaha," katanya.

Diakuinya, seiring dengan meningkatnya jumlah wisatawan, ia berharap agar para pelaku ekonomi kreatif dapat memanfaatkan potensi yang ada demi peningkatan ekonomi.

"Sehingga ada kegiatan ini dengan materi yang ada, semoga bermanfaat bagi kita semua," katanya.

Dalam pandemi Covid-19, tantangan sekarang dan ke depan adalah kreativitas para pelaku ekonomi kreatif, kita sehingga bisa membuat produk yang sama tapi punya nilai jual

"Sehingga orang datang ke sini dan beli barang di sini. Jadi kita harus memproduksi dan memiliki produk yang punya nilai jual," katanya.

Sementara itu, Kadis Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), Kabupaten Mabar menyambut baik kegiatan tersebut.

Menurutnya, tantangan pembangunan termasuk pembangungan pariwisata adalah sumber daya manusia.

Namun demikian, pihaknya berharap agar ada pendampingan selama beberapa bulan ke depan.

"Hal paling penting lainnya adalah pendampingan, jadi bukan hanya bimtek. Pendampingan ini pun minimal selama 3 bulan," katanya. (Edison Risal)

 

 

 

Baca Juga