Top Pick
Launching Pemasangan Ear Tag dan Kartu Ternak di Labuan Bajo DON GIUSEPPE BERARDELLI, IMAM YANG MENOLAK ALAT BANTU PERNAPASAN DEMI SEORANG PENDERITA CORONA Dokter Reisa Sarankan Ganti Masker Setelah Empat Jam Pemakaian   Soal PSBB, Presiden Jokowi Minta Masyarakat Disiplin dan Ikuti Protokol Kesehatan 13 SMP Di Matim Dapat Bantuan Wifi Gratis Realitas dan Keputusan Pemilih

Kemenparekraf Komitmen Kembangkan Pelaku Ekraf di Labuan Bajo

(Peserta bimtek Pemasaran Ekonomi Kreatif di Hotel Jayakarta, Sabtu, 26/9/2020).


POSTNTT.COM | Labuan Bajo - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) berkomitmen untuk mengembangkan para pelaku ekonomi kreatif (ekraf) di Labuan Bajo, Sabtu (26/9/2020).

Hal tersebut disampaikan Direktur Pemasaran Ekonomi Kreatif, Yuana Rochma Astuti melalui Koordinator Pemasaran Musik dan Seni Pertunjukan, I Made Dodi Narindra dalam bimtek pemasaran ekonomi bagi para pelaku ekraf di Aula Hotel Jayakarta.

Menurutnya, tantangan besar saat ini yakni pandemi Covid-19 yang dinilai tidak hanya menelan korban jiwa, tetapi juga kesulitan ekonomi dan fiskal.

Di antara banyak sektor yang terdampak, lanjut dia, sektor pariwisata adalah yang paling pertama terdampak dan paling terakhir untuk pulih.

"Dalam kondisi demikian, Kemenparekraf berusaha fokus menggerakan ekonomi kreatif untuk menopang sektor pariwisata yang jatuh," katanya.

Dijelaskannya, program skala nasional Bangga Buatan Indonesia yang dicanangkan Presiden
Jokowi digaungkan serentak, termasuk di Kemenparekraf.

Pihaknya pun memiliki program Beli Kreatif Lokal, program turunan dari Bangga Buatan Indonesia untuk mengembangkan pemasaran ekraf, dari yang semula masih mengandalkan penjualan offline melalui toko fisik, menjadi penjualan online melalui lokapasar (e-commerce).

"Untuk saat ini, kami berfokus pada pelaku ekraf subsektor fesyen, kriya dan kuliner di wilayah Jabodetabek yang paling terdampak pandemi. Selain subsektor unggulan tersebut, subsektor musik dan seni pertunjukan adalah yang paling terdampak," ungkapnya.

Kemenparekraf, kata dia, berusaha memfasilitasi konser musik online dan pentas pertunjukan secara online juga.

"Harapannya pegiat musik dan seni pertunjukan tetap mendapat aliran pemasukan, tidak mandeg karena pandemi dan dapat lanjut berkarya di tahun depan," ujarnya.

Selain itu, melihat kondisi saat ini, pandemi Covid-19 mengajarkan tentang hal-hal baru
yang sebelumnya dianggap tidak mungkin, seperti pameran online, rapat online, konser online yang awalnya susah, lambat laun menjadi kebiasaan baru yang diadaptasi oleh masyarakat.

"Meskipun tidak dapat dipungkiri, kegiatan klasikal tatap muka memiliki sensasi tersendiri jika dibanding dunia online," paparnya.

Ke depannya, lanjut dia, akan banyak inovasi yang dilakukan untuk menggabungkan konsep online dan offline, dengan protokol kesehatan yang ketat.

"Bapak/Ibu peserta Bimtek yang kami hormati,
usaha untuk membawa ekraf menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia dapat dimulai dari diri kita sendiri," paparnya.

Menurutnya, para pelaku ekraf harus mampu mengenali keunggulan produk serta mengemasnya dalam suatu cerita yang menarik.

"Untuk itu hari ini kita berkumpul bersama di sini akan mendengarkan materi-materi yang akan meningkatkan pemahaman kita tentang strategi pemasaran ekonomi kreatif. Saya berharap hal-hal yang bapak-ibu dapatkan di sini dapat membawa kebermanfaatan dan diaplikasikan dalam usaha keseharian bapak
ibu sekalian," katanya. (Edison Risal)

 

 

Baca Juga