Top Pick
Massa Aksi "GERAM" Soroti Kekosongan Gedung DPRD Mabar Reses, Selain Edukasi Covid-19, Anggota DPRD Mabar Fraksi NasDem Ini Juga Serap Aspirasi Warga Penyitaan Hp Bupati Mabar Karena Diduga Ada Percakapan Pengalihan Aset Tanah Pemda Salurkan Dana BLT, Masyarakat Apresiasi Transparansi Kepala Desa Vaksin Covid-19 Gratis dan Presiden Jokowi akan menjadi yang pertama menerima vaksin Covid-19 Jalan Longsor Noa - Golowelu Telah Diperbaiki

Layani 320 Nelayan, SPBU Milik Pemkab Butuh Pembenahan

POSTNTT.COM || Ende Koperasi Pegawai Republik Indonesi, Ende dipercayakan Pemerintah Kabupaten Ende untuk mengelola Stasion Pengisian Bahan Bakar Minyak (SPBU) perikanan milik Pemkab Ende yang beralamat di area terminal labuh dermaga ikan Kelurahan Tanjung Kecamatan Ende Selatan.

Ketua KPRI Ende Vitalis Pio melalui sekretaris Marselus Eclesianus Meta saat di temui media POSTNTT.COM kamis, (09/07/20) mengatakan Visi utama pendirian SPBUN perikanan yaitu melayani kebutuhan bahan bakar satu harga bagi para nelayan menurut Marsel Meta adalah pijakan spirit pelayanan KPRI.

"Memang sebagai pengelola kita utamakan bagi para nelayan. Secara suprastruktur saat ini sudah tidak ada masalah. Kita tentu benahi manajemen pengelolaan yang tranparan dan akuntabel. "Ungkap Marsel Meta

Menurut Marsel, sistim bagi hasil pengelolaan SPBUN perikanan adalah bagi hasil antara pengelola dalam hal ini KPRI, Pemerintah Kabupaten Ende serta Dinas Perikanan Propinsi Nusa Tenggara Timur sebagai pemilik Lokasi.

"Sesuai Perjanjian kerja sama, sistimnya 50 porsen untuk Pemkab Ende, 40 porsen untuk pengelola (KPRI) dan 10 porsen untuk Dinas perikanan propinsi NTT sebagai pemilik lokasi. Hingga juni SHU tahun berjalan mencapai 55 juta lebih." Ungkapnya.

Ditempat yang berbeda salah satu nelayan pengguna jasa SPBUN milik Pemkab Ende Muhamad said, kepada Media mengaku sangat senang dengan adanya fasilitas layanan kebutuhan bahan bakar khusus bagi para nelayan.

"Kami sangat senang dengan fasilitas ini, Sangat membantu Nelayan, Kami minta pemkab Ende bisa perbaiki jalan masuk ke wilayah SPBUN. Pak liat sendiri kondisi jalan masuk ke SPBUN termasuk pagar SPBUN. Inikan minyak. Kalau tidak ada pagar berdampak buruk karena rawan kebakaran," ungkap Said .

Penulis : Ronald Degu


Halaman