Top Pick
Pekerja Beberkan Fakta Terkait Foto Komodo Berhadapan dengan Dump Truck di Pulau Rinca Warga Pocoranaka Timur Gotong Royong Perbaiki Jalan Yang Longsor Pasien Positif Covid-19 Tanpa Gejala di Matim Masih Dirawat Seorang Polisi Di Matim, Donasi Kursi Roda untuk Penderita Sakit Stroke Pria di Poco Ranaka Diduga Perkosa Siswi SMP di Kebun kopi Terkait Adanya ASN Merangkap BPD, Kadis PMD MATIM Akan Panggil Kepala Desa Ulu Wae

Lia Ga, Bidadari Perawan Kota Ende Yang Menggoda

POSTNTT.COM || Ende - Belum banyak yang tau, begitu mempesona wisata bahari Lia Ga itulah nama tempatnya lokasinya berada di desa Kotabaru, kecamatan Kotabaru, kabupaten Ende, Flores - NTT.

Bukit Lia Ga adalah salah satu tempat wisata alam yang indah, asri dan alamiah, menggugah hati untuk setiap pengunjung menikmatinya.

Keindahan Lia Ga oleh alam sekitarnya seperti bukit - bukit yang ditumbuhi ilalang membentuk teluk yang melengkung dihiasi pepohonan dipesisir yang hijau ada pulau - pulau sekitar yang indah, dengan air laut biru jernih membuat mata dapat melihat ikan - ikan yang bermain riang gembira, trumbu karang yang subur, sungguh menjadi salah satu obyek wisata berkelas dunia yang ada di dusun kecil diujung utara dari kabupaten yang terkenal dengan tempat permenungan lima butir mutiara Pancasila, Ende - Flores tercinta.

Para pengunjung dapat menjangkau ke lokasi obyek wisata Lia Ga, melalui dua pintu masuk yakni dari dusun Bele desa Kotabaru dan dari Desa Nuanaga atau desa Ne'otonda atau yang terkenal dengan nama pantai Ndondo di kecamatan Kotabaru. Sekedar diketahui, baik dari Bele maupun dari pantai Ndondo, satu - satunya transportasi yang dipakai pengunjung adalah transportasi laut, yakni menggunakan motor laut.

Sekedar diketahui, bila titik keberangkatan dari dusun Bele desa Kotabaru, hanya membutuhkan waktu tempuh 20 - 25 menit, sedangkan dari pantai Ndondo baik dari desa Nuanaga maupun dari desa Ne'otonda membutuhkan waktu tempuh kurang lebih 60 menit. Kelebihan memilih keberangkatan dari pantai Ndondo adalah pengunjung disuguhkan dengan keindahan alam pesisir pantai serasa berada dalam alam surga dunia yang tiada duanya keindahaannya. Belum lagi melewati teluk yg elok nan indah seperti di kawasan Moroboy dan Pabanama.

Nem Nayam dan Angi Buna adalah pasangan suami Istri yang mendiami pesisir pantai Kaki Bukit Lia Ga, mereka adalah warga desa Kota Baru turunan selayar.

"Kami sudah tinggal hampir 20 tahun disini. Sekarang sudah mulai ramai dikunjungi. Ada yang dari Maumere, Ende, Larantuka bahkan ada turis dari luar negeri yang datang." Ujar Ibu Angi Buna.

Dia meminta,Pemerintah Kabupaten Ende dapat membangun infrasruktur baik jalan maupun Vila vila.

"Kalau ada jalan dan vila -vila pasti akan mendapatkan keuntungan bagi pemkab Ende"Ujarnya.

Apel 17 Agustus Di Lia Ga

Upacara HUT RI ke-75 oleh Pemerintah Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Ende, NTT agak berbeda. Upacara apel kali ini dilaksanakan di Bukit Lia Ga, salah satu bukit yang bakal menjadi spot wisata baru di Ende.

Camat Kotabaru Gregorius Maria Ade memimpin upacara tersebut. Dihadiri Wakil Ketua DPRD Ende Emanuel Erikos Rede dan Ketua Komisi III Vinsen Sangu serta para kepala desa, mosalaki, aparat Polri dan TNI serta masyarakat setempat.

Camat Gregorius mengatakan penentuan lokasi upacara HUT RI di Lia Ga untuk kepentingan promosi pariwisata. Sebab, lokasi yang berada di Perairan Laut Flores tersebut sangat cocok untuk orang melancong dan bersenang-senang.

Ia menyatakan bukit Lia Ga sebagai potensi wisata baru dan unik dari sekian spot wisata di kawasan utara. Panorama yang indah serta perbukitan yang sedikit menantang justru menarik perhatian.

“Kita pilih upacara di Lia Ga untuk promosi wisata. Kami kira sangat layak untuk spot wisata yang menarik perhatian orang, khususnya para wisatawan,” katanya usai upacara di Bukit Lia Ga, Senin (17/08/2020).

Camat Gregorius sudah memikirkan untuk menata kawasan tersebut agar menarik. Selain untuk spot foto, beberapa infrastruktur pendukung masih direncanakan.

“Tentunya kita akan serius memperkenalkan Lia Ga ini untuk Ende, Indonesia dan dunia,” tutur dia.

Ia memastikan akan menjamu dan memberi pelayanan yang baik bagi wisatawan jika berkenan ke Lia Ga.

Camat Gregorius prediksi jika Lia Ga terkenal ke wisatawan maka perekonomian masyarakat Kota Baru akan berputar bahkan meningkat.

“Ya kan, nanti masyarakat yang memiliki alat transportasi laut bisa lebih baik. Itu salah satunya,” katanya.

Wakil Ketua DPRD Ende, Erikos Emanuel Rede berpendapat bahwa upaya Pemerintah Kecamatan Kota Baru untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui bidang pariwisata ialah hal yang dapat memungkinkan.

Mengenai itu, kata dia, perlu berkolaborasi dengan berbagai pihak termasuk pelaku wisata di Kabupaten Ende. Hal itu diusulkan agar objek wisata di Ende menjadi paket yang dijual ke wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Untuk Lia Ga ini teman-teman bisa lihat sendiri. Keindahan alam yang luar biasa dan hampir mirip dengan objek wisata di Labuan Bajo,” katanya.

“Jadi saya kira harus berkolaborasi, jadi tempat wisata ini menjadi paket dengan objek di tempat lain seperti Kelimutu dan Situs Sejarah,” katanya.

Sementara Vinsen Sangu, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Ende berharap agar obyek wisata Lia Ga wajib diperhatikan oleh pemerintah terutama dalam penataannya sebagai salah satu destinasi wisata alam yang berkelas dunia dan mampu menjadikan tujuan bagi wisatawan untuk berlibur dan mengunjunginya.

Lia Ga dalam penanganannya baik oleh pemerintah maupun oleh pihak lain, penting memperhatikan manajemen penanganannya agar menjadi wisata model dengan manajemen pengelolaan wisata berbasis masyarakat lokal.

 

Penulis : Ronald Degu

Baca Juga