Top Pick
Dinas PUPR Matim Gelar Pelatihan Penguatan Kapasitas TFL Garuda Indonesia Beri Rapid Antigen Gratis untuk Penumpang Domestik Berikut Kriteria Siswa yang Tidak Masuk Daftar Penerima Kuota Belajar Gratis 2021 GMNI Manggarai Gelar Unjuk Rasa di Polres Terkait Kasus Asusila oleh Oknum Polisi Breaking News : 1 Orang di Manggarai Positif Covid-19 Seorang Pria di Matim Ditangkap Polisi Usai Mencoba Lakukan Pembunuhan

Liang Lahat Kosong, Jasad PDP Di Mabar Hilang ?

POSTNTT.COM | Labuan Bajo - Salah satu jasad Pasien Dalam Pemantauan (PDP) di Kabupaten Manggarai Barat dikabarkan hilang dari lokasi, tempat pasien tersebut dimakamkan. Hal ini terbukti setelah didapati bahwa salah satu liang lahat ada yang kosong di lokasi pemakaman umum milik daerah Kabupaten Manggarai Barat yang terletak di Menjerita, desa Tanjung Boleng, Kecamatan Boleng.

Hal ini pun dibenarkan oleh, Plt. Setda Mabar, Ismail Surdi saat dikonfirmasi oleh POSTNTT.COM mengatakan, pihaknya pun tidak mengetahui pelaku yang telah membongkar kubur milik PDP tersebut.

Untuk itu, lanjutnya, pihaknya sudah meminta Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Mabar selaku ketua bidang pemulasaraan jenazah di Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 tingkat kabupaten untuk membuat laporan kepada Bupati Mabar, Agustinus Ch Dula.

"Saya sudah minta Kadis PU selaku Ketua Bidang pemulasaraan jenazah untuk membuat laporan ke Bapak Bupati selaku Ketua Tim Gugus Tugas," ungkapnya saat dijumpai di kantor bupati Mabar pada Jumat (05/06) siang.

Dikatakan Ismail Surdi bahwa dalam laporan tersebut akan dilaporkan juga kondisi ril di lapangan kepada Bupati Mabar.

"Nanti, dari laporan itu kami lakukan pengecekkan, baik itu menyangkut waktu jenazah itu hilang, siapa yang gali, dan juga soal ada atau tidaknya persetujuan/izin. Dan kalaupun ada, lalu siapa yang izinkan dan sekarang ada di mana," terang Ismail.

Setelah laporan tersebut, lanjut Ismail Surdi, pihaknya akan menentukan langkah selanjutnya yang akan diambil oleh Pemerintah.

Sementara itu, Kepala dinas PU, Ovan Adu saat dikonfirmasi POSTNTT.COM via WhatsApp mengaku bahwa dirinya tidak mengetahui persoalan tersebut.

Dikatakan Ovan Adu, jika pihaknya belum melakukan pengecekkan di lokasi. Karena itu pula, dirinya pun mengarahkan agar menanyakan hal tersebut kepada Dinas Sosial.

"Kami juga belum cek. Nanti tanya di Dinsos lebih jelasnya karena TPU menjerite ada di bawah Dinas Sosial," tulis Kadis PU pada Jumat (05/06).

Informasi yang dihimpun POSTNTT.COM diketahui bahwa belakangan jika PDP tersebut berasal dari Desa Orong, Kecamatan Welak, Kabupaten Mabar.

Hal itu dibenarkan oleh Pjs Kepala Desa Orong, Bertolomeus Bader saat dihubungi melalui sambungan telepon pada Jumat (05/06).

Diungkapkannya, jenazah PDP berjenis kelamin laki-laki itu diambil pada 12 Mei 2020 lalu.

"Mereka ambil tanggal 12 Mei lalu untuk dikuburkan di kampung," ungkap Bertolomeus.

Meski demikian, Bartolomeus mengaku bahwa pihaknya tidak mengetahui saat keluarga mengambil jenazah tersebut.

"Memang sehari sebelumnya, pihak keluarga PDP tersebut mengurus surat jalan dari Desa Orong menuju Labuan Bajo. Hanya saya tidak tahu tujuanya untuk apa," jelasnya.

Lebih jauh ia menjelaskan, pasca PDP tersebut dimakamkan di Orong tidak terjadi persoalan apa-apa.

"Sampai sekarang tidak terjadi persoalan apa-apa", ungkap Bartolomeus.

 

Penulis : Ikhlas Ziliwu


Halaman