Top Pick
Polisi Periksa Saksi Kasus Kekerasan Tenaga Kesehatan di Mabar Cegah Penyebaran Covd-19, Pemkab Manggarai Barat Siapkan Anggaran 18.29 Miliar Pra Musda Golkar Mabar Ricuh Mahalnya Rapid Test, Komisi III DPRD Berikan Tiga Rekomendasi Kepada Pemkab Ende Para Buruh Mengeluh Upah Bongkar – Muat Barang Kapal Tidak Dibayar Ucapan HUT RI

Mahasiswa Pertanyakan Sikap DPRD Ende Terkait UU Cipta Kerja, Menolak Atau Tidak?

(Aliansi Rakyat Indonesia Bersatu Ende melakuan Unjuk Rasa Penolakan terkait pengesahan UU Cipta Kerja yang merugikan buruh di Kantor DPRD Ende  .  Foto : Ronald Degu)

 

POSTNTT.COMEnde - Ratusan mahasiswa yang tergabung dengan Aliansi Rakyat Indonesia Bersatu Ende mempertanyakan sikap anggota DPRD Kabupaten Ende terkait pengesahan UU Cipta Kerja yang merugikan buruh.

Hal tersebut dilakukan mahasiswa karena hingga saat ini belum ada kejelasan apakah DPRD Kabupaten Ende menolak atau mendukung UU Cipta Kerja tersebut.

Koordinator Aliansi Rakyat Indonesia Bersatu Ende Abdul Hamid Yahya mengatakan, pihaknya meminta anggota DPRD Kabupaten Ende untuk membuat pernyataan sikap tentang semua kebijakan DPR RI.

"Sekarang kami menanyakan sikap DPRD Ende seperti apa, apakah mendukung atau menolak tentang kebijakan RUU Cipta Kerja ini," ujarnya saat dialog dengan Pimpinan dan Anggota DPRD di Kantor DPRD Ende, senin(8/10/20).

Menurutnya, DPRD harus segera menyatakan sikap karena dalam realitanya, UU Cipta Kerja tersebut sangat merugikan para buruh, terutama dalam klaster ketenagakerjaan.

Ia mengatakan, dalam klaster ketenagakerjaan ini beberpa pasal dihapuskan dan itu sangat merugikan buruh, sehingga terkait hal ini harus ada pernyataan sikap dari anggota dewan.

"Anggota DPRD Ende harus menyatakan sikap setelah ada kebijakan dari pusat (DPR RI), makanya kita pertanyakan hari ini, menolak atau tidak," kata abdul.

Dalam aksi tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Ende Fransiskus Taso bersama Anggota DPRD lainnya, menemui masa aksi dan mengajak untuk berdialog.

Ketua DPRD Kabupaten Ende, Fransiksus Taso, mengatakan bahwa  pihaknya menerima aspirasi yang disampaikan oleh mahasiswa tetapi tidak serta merta menyatakan sikap menolak atau menerimanya.

"Kami menerima aspirasi dari adik adik mahasiswa secara kelembagaan akan kami sampaikan jika sudah melakukan pembahasan bersama teman teman fraksi-fraksi di DPRD Ende," kata dia.

Lanjutnya, feri juga mengajak perwakilan dari  mahasiswa untuk membahas bersama pasal pasal yang merasa merugikan buruh dalam beberapa hari ke depan untuk melahirkan rekomendasi bersama sehingga bisa dikirim ke DPR RI," tutup Feri. (Ronald Degu)

 

 

Baca Juga