Top Pick
Pohon Pisang Berbuah Tak Wajar, Warga di Kabupaten Manggarai Ini Gempar Belum Sebulan Bertugas, Edi-Weng Berhasil Buka Beberapa Ruas Jalan Baru di Labuan Bajo Heboh, Beredar Video Syur Mirip Artis Gisella Anastasia ALKRAP Ende Minta Pemda Subsidi Penggunaan Air PDAM Tentang 1 Orang PDP Asal Matim, dr. Surip Tintin: Pasien Itu Pelaku Perjalanan dari Daerah Zona Merah dan Menderita Sesak Nafas Bupati Sikka Resmi Buka Kegiatan Training of Trainers" Tata Kelola Destinasi Pariwisata

Maksimalkan Pelayanan, Puskesmas Wae Kanta Butuh Jaringan PLN

POSTNTT.COM | Labuan Bajo - Keberadaan listrik di Puskesmas Wae Kanta, desa Wae Kanta Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat sampai saat ini menjadi kendala dalam memberikan pelayanan kesehatan dengan layak dan maksimal.

Sumber listrik di puskesmas tersebut masih menggunakan mesin diesel yang bersumber dari Bahan Bakar Minyak (BBM). Hal tersebut menyulitkan petugas kesehatan di Puskesmas Wae Kanta apabila ada pasien yang dirawat inap.

Kepala Puskesmas Wae Kanta, Gudrianus Herman menjelaskan, kalau ada pasien inap yang mau melahirkan maka listrik yang bersumber dari mesin diesel baru dinyalakan.

"Kalau ada pasien melahirkan baru mesinya dinyalakan", jelasnya, sabtu (25/04).

Sementara untuk siang harinya, mesin diesel itu harus dinyalakan jika ada kebutuhan mendesak.

"Tunggu kebutuhan mendesak baru dinyalakan siang hari. Biar hemat BBM", terangnya.

Pantaun media ini, jaringan isntalasi di desa Wae Kanta atau sekitar daerah puskesmas memang sudah ada. Hanya belum sampai di titik pusat pelayanan kesehatan yang berjarak sekitar 2 kilometer.

Menanggapi hal itu, Kepala Unit Layanan pelanggan Labuan Bajo, Ambara Natha kepada media mengatakan jika untuk pengajuan perluasan dusun sudah dilakukan.

"Untuk saat ini masih di proses di PLN UP3 Flores bagian Barat di Ende. Kami tetap koordinasi, supaya bisa segera ada realisasi", jelasnya.

Terkait kejelasan berapa lama waktu diproses, ia menerengkan belum dapat dipastikan.

"Untuk saat ini semua masih terkendala covid. Semua dibatasi, jadi untuk waktunya belum dapat kita estimasi", tutup Ambara.

 

 

 

Penulis : Edi Risal


Halaman