Top Pick
Gandeng General Multi Suplindo-Jakarta, LPPKPD Manggarai Serahkan 500 Masker Kain Kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kab. Manggarai Kemenparekraf Gelar Sosialisasi Panduan CHSE untuk Pelaku Usaha Wisata Selam di Labuan Bajo BOPLBF Kembali Laksanakan Gerakan BISA, Destinasi Wisata Flores Timur Terus Berbenah Desa Watu Tiri melaunching Website Desa 17 Puskesmas di Matim Dapat Internet Gratis Dari Kominfo RI Keluarga Almarhum Pasien Pertama yang Dikubur Melalui Protap Covid-19 Datangi Kantor Bupati Mabar

Malang, Nasib Tiga Kakak Beradik di Ende Tewas Disumur

(Proses Evakuasi ketiga Mayat yg dilakukan Warga bersama Aparat Kepolisian. Foto : Istimewa)

 

POSTNTT.COMEnde - Malang nasib tiga orang kakak beradik  meninggal dunia saat menggali sumur di Dusun Andaranda II Desa Mautenda,Kecamatan Wewaria Kabupaten Ende, Sabtu (17/10/20).

Kasat Reskrim Polres Ende, AKP Lorensius  dalam Press Release yang di terima media mengatakan tiga kakak beradik malang tersebut yakni Benyamin Senario (35), Bambang Nur Mandiri (31), dan Donatus Jaga La’u (23).

Sesuai dengan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang dilakukan aparat Kepolisian Sektor Wewaria, jelas AKP Lorensius, ketiga korban sedang menggali sumur milik Benyamin, yang tepat berada di samping rumahnya.

Mulanya, Bambang masuk ke dalam sumur sekitar pukul 10.00 Wita. Saat hendak naik ke atas, Bambang jatuh ke dasar sumur.

Melihat hal itu, Benyamin pun turun ke dalam sumur untuk menolong sang adik. Namun sampai di pertengahan, ia juga ikut jatuh ke dasar sumur.

Dengan cara yang sama, Donatus yang paling kecil turun menolong kedua kakaknya. Lagi-lagi ia mengalami hal yang sama, jatuh ke dasar.
Ketiganya tak tertolong dan tewas. Menurut AKP Lorensius, jasad korban dievakuasi warga dibantu oleh aparat kepolisian.

“Ini murni kecelakaan kerja. Masih ada satu korban yang sekarang sedang dirawat. Namanya Ferdinandus Rikar. Ini korban keempat yang masuk ke dalam sumur. Namun nyawanya masih tertolong warga. Saat ini masih dirawat di Puskesmas Welamosa,” ujar AKP Lorensius.

Sementara itu Kepala Desa Mautenda Yohanes Seko Pedi melalui sambungan telepon membenarkan kejadian tersebut, ketiga korban tersebut ialah kakak adik kandung, mereka bersama-sama menggali sumur milik almarhum Benyamin, di Dusun Mautenda 2 (dua).

“Awalnya, Bambang ini jatuh lalu kakaknya (Benyamin) mau bantu tapi jatuh juga. Lalu adiknya dan saudara mereka turun pakai tali tapi jatuh juga. Satu orang kepala bocor, masih dirawat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dalam sumur terdapat air sedalam kurang lebih satu setengah meter. Hanya satu warga yang saat ini masih dirawat. Sementara tiga orang tidak tertolong,” tutup Yohanes. (Ronald Degu)

 

 

Baca Juga