Top Pick
Rakor Dewan Pengarah Tinjau Persiapan DSP Labuan Bajo Menuju KTT G-20 Tentang 1 Orang PDP Asal Matim, dr. Surip Tintin: Pasien Itu Pelaku Perjalanan dari Daerah Zona Merah dan Menderita Sesak Nafas Remaja WTC Beri Bantuan Sembako Ke Panti Asuhan Presiden Jokowi Tinjau Penataan Kawasan dan Pembangunan Terminal Multifungsi di Labuan Bajo Mantan Bupati Manggarai Ini Yakin Edi-Weng Paket Yang Tepat Pimpin Mabar Satgas Covid-19 Matim Gelar Rapid Antigen Masal

Manfaatkan Waktu Luang di Tengah Pandemi, Bocah di Wae Mbeleng Ini Jajakan Ikan Keliling Kampung.

Disaksikan ayah dan neneknya, Afrentus Ndagut sedang menyisipkan sebagian rejekinya ke dalam celengan. Foto: Jivansi

 

POSTNTT.COM | RUTENG -  Bagi sebagian anak yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar, bermain adalah hal yang lumrah di samping kegiatan untuk belajar, baik itu di sekolah maupun juga kegiatan belajar secara mandiri di rumah. Meski demikian, berbeda dengan bocah seusianya, Afrentus Ndagut, Si bocah asal Wae Mbeleng, Desa Benteng Kuwu, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai ini lebih memilih untuk menjajakan ikan keliling kampung guna mendapatkan uang untuk menabung dan juga membantu sebagian kecil dari kebutuhan keluarganya.

Saat ditemui Jurnalis media ini pada, Jumat (12/03/21) siang, Afrentus Ndagut mengaku bahwa ikan yang dijajakkannya tersebut adalah ikan milik orang lain. Dirinya hanya menawarkan jasa untuk menjual ikan dan mencari peruntungan dengan upah seadanya.

"Ini ikan milik orang lain. Saya hanya menawarkan jasa saja dengan upah seadanya", ungkap Afrentus Ndagut sambil menunjukkan ikan yang dibawanya dalam sebuah ember.

Ketika ditanya lebih lanjut soal besaran upah yang diterimanya, Afrentus Ndagut mengaku bahwa dirinya diupah sebesar Rp 10.000.

"Jumlah ikan yang saya bawa dalam ember ini sebanyak 200 ekor dan kalau diuangkan maka jumlahnya Rp 100.000. Dan kalau ikannya sudah laku semua maka saya diberi upah sebesar Rp 10.000", kata Afrentus Ndagut.

Lebih jauh, Afrentus mengatakan bahwa dalam sehari, dirinya menjajakkan ikan keliling kampung sebanyak tiga kali, yaitu saat pagi hari, siang hari dan sore hari.

"Saya jual ikan tiga kali sehari Pak, yaitu pagi hari, siang hari dan sore hari dan hasilnya lumayan. Paling tidak, saya bisa menabung dan juga membantu orang tua saya Pak", ujar Afrentus.

Sementara itu, Ayah Afrentus yang diketahui bernama Lorensius Jebadu mengaku bangga dengan apa yang dilakukan oleh buah hatinya tersebut. Meski demikian, Lorensius Jebadu mengakui bahwa dirinya tidak pernah memaksa anaknya untuk bekerja. Apalagi untuk menjadi penjual ikan.

"Saya tidak pernah meminta dan memaksanya untuk mencari uang. Apalagi bekerja sebagai penjual ikan. Toh dia masih berstatus sebagai pelajar sekolah dasar. Jadi, ini memang atas kemauannya sendiri", ungkap Lorensius Jebadu.

Kendati demikian, lanjut Lorensius, dirinya tetap mengingatkan buah hatinya untuk tetap ingat dengan waktu belajar dan mengerjakan tugas-tugas yang ada dari sekolah.

"Saya tetap mengingatkannya biar tidak lupa dengan tugasnya sebagai pelajar, baik untuk belajar maupun juga untuk mengerjakan tugas dari sekolah", ungkap Lorensius Jebadu.

Diketahui, saat ini Afrentus Ndagut duduk di bangku kelas tiga Sekolah Dasar. Ia merupakan anak ketiga dari pasangan suami-istri, Lorensius Jebadu dan Lesta Sedis. Saat ini, ayah Afrentus Ndagut bekerja sebagai buruh kasar pada sebuah usaha pembuatan batako di desanya. Sementata itu, ibu Afrentus Ndagut sendiri bekerja sebagai petani ladang. Meski demikian, Afrentus Ndagut dan keluarganya terlihat sangat bahagia dengan penghasilan yang diperoleh dari pekerjaan yang dilakoni. 

 

(Jivansi Helmut)


Halaman