Top Pick
Jangan Sampai Keliru! Begini Penjelasan Pakar Hukum Terkait Perbedaan Sengketa Tanah dengan Mafia Tanah Anggaran Pembelanjaan APD Covid-19 Di Mabar Akan Dicairkan Hari Ini Peduli Ile Lewotolok, PMKRI Kupang Salurkan Bantuan Bagi Pengungsi Menerapkan Protokol CHSE, Destinasi Wisata Labuan Bajo Siap Sambut Wisatawan Haji Ramang Ishaka Beri Kesaksian Masalah Korupsi Aset Pemda Mabar di Pengadilan Tipikor Kupang Prokopim Sekretariat Daerah Matim Gelar Acara Bertemu Media

Meletakkan Identitas Flores pada Denyut Bunyi di Aksilirasi 2021

(peserta aksilarasi 2021. Foto: ist)

 

POSTNTT.COM | LABUAN BAJO - Aksilarasi (Aksi Selaras Sinergi) merupakan program pendampingan yang digagas Kemenparekraf dan didukung penuh oleh Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores. Agenda ini melibatkan sinergi lintas sektoral yang bertujuan untuk menjaring dan mengembangkan potensi kreatif lokal. Terdapat 5 sub sektor dalam kegiatan Aksilirasi yaitu musik, penerbitan, teater, tari, dan seni rupa.

Program pengembangan SDM ini pertama kali diselenggarakan pada November 2020 tahun lalu. Setelah dievaluasi dan dianggap cukup sukses, Aksilirasi kemudian disiapkan untuk kembali diselenggarakan pada tahun 2021 tentunya dengan agenda yang lebih menarik lagi.

Salah satu peserta dari sub sektor musik yang ikut dalam program Aksilirasi dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Hendrikus Hadi mengungkapkan kegembiraannya karena dilibatkan dalam kegiatan tersebut.

"Saya senang sekali bisa melibatkan diri dalam kegiatan ini karena sebagai masyarakat Labuan Bajo, saya bukan lagi bertindak sebagai penonton melainkan pelaku utama. Dalam program ini, kemampuan saya terus diasah dan kami sungguh merasa dilibatkan sebagai pelaku utama", ungkap Hendrikus Hadi saat ditemui dalam acara pembukaan program tersebut pada Senin (1/02/21) siang di Hotel Theodor.

Lebih lanjut, Hadi menyampaikan harapannya agar atraksi yang dipertontonkan nantinya bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung di Labuan Bajo.

"Semoga atraksi yang kami tunjukkan nantinya bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke Labuan Bajo", pungkas Hendrikus Hadi.

Sementara itu, Direktur utama Badan Otoritas Pariwisata Labuan Bajo Of Flores, Shana Fatina menjelaskan, program aksilirasi subsektor musik adalah bentuk inovasi dari produk budaya bermusik yang sudah dimiliki oleh destinasi Labuan Bajo-Flores. 

Dikatakan Shana Fatina, ada banyak karya kreatif luar biasa yang lahir dari program tahun sebelumnya. Flores Human Orchestra (FHO) dari sub sektor musik misalnya, menelurkan harmoni nada baru yang sangat merdu dan enak didengar. Sementara pada sub sektor yang lain, seperti seni tari, animal Pop Komodo merupakan produk kreatif seni gerak yang didesain bergaya modern.

"Penampilan mereka beberapa waktu lalu memukau Menparekraf Sandiaga Uno ketika berkunjung ke Pulau Rinca, kawasan Taman Nasional Komodo", kata Shana Fatina.

Lebih lanjut, Shana Fatina menjelaskan, selain sebagai upaya pengembangan destinasi pariwisata berbasis masyarakat, metode pendampingan ini dirasa sangat cocok dan efektif. 

Langkah ini, masih kata Shana Fatina, menjadi salah satu upaya serius pemerintah dalam mengembangkan destinasi super prioritas Labuan Bajo menuju destinasi super premium berkelanjutan melalui penguatan sumber daya manusia.

Langkah taktis agenda selanjutnya, lanjut Shana Fatina, dimulai dengan menginkubasi 46 peserta dari subsektor musik yang tergabung dalam grup Flores Human Orchestra. Inkubasi ini akan berlangsung selama 16 hari, dimulai sejak 1 Maret 2021.

"Sub sektor musik yang telah memulai giatnya ini disiapkan untuk menghasilkan 12 karya yang nantinya akan dijadikan katalog musik. Produk ini rencananya akan dimainkan di destinasi wisata, maskapai penerbangan, bandar udara, dan area publik lainnya", terang Shana Fatina

Lebih jauh, Shana Fatina menyampaikan harapannya agar melalui inkubasi tersebut, bisa menghasilkan produk musik berkelas yang pada akhirnya bisa memghantatkan orang pada pengenalan akan Labuan Bajo, bukan cuma komodo dan destinasi wisata nya, tetapi juga atraksi budaya, seperti musik yang ditampilkan juga tentunya memesona.

"Kita akan manjakan wisatawan yang datang, mulai dari indra penglihatan sampai indra pendengarannya dengan musik kreatif kita yang tentunya berkelas. Sehingga citra Flores sebagai "The Singing Society" akan semakin terasa sejak pertama kali wisatawan menginjakkan kaki di tempat ini", jelas Shana Fatina. (Edison Risal)


Halaman