Top Pick
Pemda Matim dan Polisi Identifikasi Tempat Hiburan di Cepi Watu Panen Perdana, Hidroponik Saung Minak Siap Distribusi Sayur di Pasar Wisata Premium Pemdes Golo Wune Gelar Sosialisasi Pendataan IDM Berbasis SDGs Cegah KARHUTLA, Polres Mabar Akan Sosialisasi Dampak Kelestarian Alam dan Sanksi Hukum Launching Kampung Tangguh Empat Tungku, Pemerintah Kabupetan Ende Siap Memberantas Covid-19 Respon Ahok saat Kunjungi Kilang Minyak yang Terbakar di Balongan

Mengeluh Sakit Perut, Siswi Aceh Ini Melahirkan Waktu Ujian

Ilustrasi. Siswi Madrasah Aliyah di Aceh melahirkan seorang Bayi saat pelaksanaan ujian akhir sekolah. Foto: kumparancom

 

POSTNTT.COM | ACEH -  Seorang siswi di sebuah Madrasah Aliyah (MA) di Bireuen, Aceh berinisial MW (18) melahirkan bayi saat tengah mengikuti ujian akhir sekolah.

Kejadian tersebut Berlangsung pada Senin (15/3/2021) sekitar pukul 12.00 WIB.

Dikutip dari Tribunnews.com, Kapolres Bireuen, AKBP Taufik Hidayat melalui Kasat Reskrim AKP Fadilah Aditya Pratama yang didampingi Kapolsek Samalanga, Iptu Husni Eka menjelaskan kronologi peristiwa dimulai saat MW yang duduk di bangku kelas tiga Madrasah tengah melaksanakan ujian akhir sekolah bersama teman sekelasnya. MW tiba-tiba mengeluh sakit perut pada tiga rekan di dekat tempat duduknya.

MW bersama tiga rekannya kemudian menuju kamar Mandi. Tetapi setibanya di sana MW sudah berkeringat dingin dan lemas. Melihat itu ketiga rekannya langsung membawa MW ke ruang UKS.

Di UKS,  dari rok MW mengeluarkan bercak darah. Ketiga rekannya yang panik kemudian melaporkan kejadian itu kepada guru dan kepala sekolah.

Namun Betapa terkejutnya mereka saat sampai di ruang UKS mendapati seorang bayi di lantai. Rupanya MW melahirkan tanpa bantuan medis. Setelahnya, siswa tersebut dibawah pihak sekolah ke Puskesmas Samalanga dan Polsek Samalanga untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Diketahui remaja itu melahirkan bayi laki-laki dengan berat 2,6 kilogram dan panjang 45 sentimeter.

Dari hasil pemeriksaan rekan MW dan pihak keluarga, polisi telah mengamankan pelaku berinisial ZM (28) yang diduga adalah pacar MW. Diduga siswi tersebut hamil setelah melakukan hubungan badan bersama pacarnya pada Mei 2020 lalu.

"Identitas pelaku rudapaksa diketahui dari pihak keluarga," kata Iptu Husni Eka.


Sang pacar yang merupakan warga Samalanga mengakui perbuatannya dan siap bertanggung jawab.

"Tersangka baru diperiksa sebentar dan mengakui perbuatannya dan siap bertanggung jawab," kata Kanit PPA, Bripka Eka Satria.

Dari hasil pemeriksaan sementara perbuatan pelaku dikategorikan sebagai kasus rudapaksa. pelaku akan dikenakan Qanum Jinayat Nomor 6 Tahun 2014. 

"Tersangka tidak dikenakan pasal pidana umum tetapi akan dikenakan Qanum Jinayat," kata Eka lagi.

Nanti, setelah pemeriksaan, berkas akan dilimpahkan ke Kejari Bireuen dan disidangkan di Mahkamah Syariah, bukan pengadilan umum. ***


Halaman