Top Pick
514 Orang Melamar Tenaga Kesehatan Non PNS Di Ende PDP Meningkat Drastis di NTT Aparat Desa Sallu TTU Menggelar Ritual Adat Menolak Covid-19 Realitas dan Keputusan Pemilih GELIAT DISRUPSI SELAMA PANDEMI COVID-19 23 orang Diketahui Melakukan Kontak Erat dengan Pasien Covid -19, Dr. Muna Fatma: Semuanya akan Dirapid Test

Nelayan Pulau Rinca Keluhkan Situasi Covid-19


POSTNTT.COM | Labuan Bajo -
Melaut adalah keseharian masyarakat pesisir untuk mencari dan memenuhi kebutuhan hidup. Namun aktifitas tersebut menjadi terhalang dengan merebaknya Covid-19. Seperti yang dialami oleh masyarakat pesisir Pulau Rinca Desa Pasir Panjang Pulau Rinca, Kecamatan Komodo Kabupaten Manggarai Barat.

Dampak covid-19 sangat dirasakan. Pemenuhan kebutuhan sehari-hari menjadi gejolak baru.

Sudirman, Salah seorang nelayan warga Pulau Rinca mengatakan akibat dari Covid-19 dirinya harus terpaksa melewati masa-masa sulit.

Lanjut Sudirman, kini hidupnya serasa buntu tak tahu arah sebab semua serba terbatas dan kekurangan.

"Kami mau keluar melaut tetapi kami juga ada ketakutan".

Menurutnya, meskipun dirinya bersama warga lain melaut dan mendapatkan hasil namun harga pasar tidakmendukung.

"Barpun ada hasil yang kami dapat tetapi harganya sangat murah sekali", tutur Sudirman Selasa (5/05).

Terpisah, Muchtar, Kepala Desa Pasir Panjang membenarkan keluhan warganya, rabu (6/05).
Dijelaskanya, bahwa pandemi Covid-19 merubah roda kehidupan warga kepulauan terlebih pendapatan masyarakat hanya bergantung dari hasil melaut. 

Sebagai kepala desa, ia mengaku memilki tanggung jawab atas keadaan warganya.

"Pemerintah Desa sudah melakukan upaya saat ini yaitu mendata warga untuk mendapatkan BLT serta melaporkan situasi ke Dinsos Kabupaten Mangggarai Barat untuk meminta bantuan".

 

Penulis: Ikhlas Ziliwus

Baca Juga