Top Pick
Kemenparekraf Gelar Sosialisasi Panduan CHSE untuk Pelaku Usaha Wisata Selam di Labuan Bajo Dianiaya Tanpa Sebab, Wartawan di Labuan Bajo Alami Luka Berat Sekda Manggarai Dipanggil Jaksa Peduli Lingkungan, KRC Labuan Bajo Pungut Sampah Meningkatnya Penyebaran Covid -19, SMA Islam Muthmainnah Ende, Kembali Lakukan PJJ Positif Covid-19 terus bertambah Mencapai 1.986 Kasus di indonesia

Para pekerja Proyek TPT mengadukan CV Oase ke DPRD Matim

(Para pekerja Cv Oase. Foto : Ist)

 

POSTNTT.COM | BORONG - Cv Oase diadukan oleh para pekerja dan pemilik material ke DPRD Manggarai Timur lantaran upah dan uang material mereka belum dibayar. Perusahaan tersebut mengadakan proyek peningkatan jalan Benteng Jawa-Heret-Bawe (Segmen: Wae Nenda-Kp Bawe) di Kecamatan Lamba Leda tahun 2020 lalu

Salinan surat pengaduan yang diterima wartawan, Minggu (21/02/2021), menjelaskan para pekerja menyebut Agus seorang sub kontraktor CV Oase mengajak mereka bekerja membangun Tembok Penahan Tanah (TPT) pada 25 November 2020 lalu.

Dalam surat pengaduan yang salinannya diterima wartawan, Minggu (21/02/2021), para pekerja menyebut bahwa sub kontraktor CV Oase bernama Agus mengajak mereka  untuk bekerja membangun Tembok Penahan Tanah (TPT) pada 25 November 2020 lalu.

Sebelum pengerjaannya proyek TPT, beberapa para pekerja masih bekerja sebagai penyiram aspal pada proyek lapen yang berlokasi di Desa Golo Nimbung, Kecamatan Lamba Leda.

"Bahwa kami sudah bekerja membangun tiga titik TPT. Satu titik panjang 20 meter dan tinggi 110 centimeter. Titik kedua dengan panjang 20 m dan tinggi 170 cm, dan titik ketiga panjang 16 m dan tinggi 110 cm," terang pekerja dalam surat pengaduan tersebut.

mereka mengatakan, pengerjaan TPT pertama senilai Rp7 juta, proyek TPT 2 seharga Rp10 juta, dan proyek TPT 3 seharga Rp6 juta. Sehingga totalnya mencapai Rp23 juta.

Pengerjaan proyek selesai namun hingga kini para pekerja belum diberikan kontraktor. Dalam pengerjaan proyek selama 15 hari para pekerja membawa bekal masing-masing.

Para pekerja berjalan kaki Puluhan kilometer dari Kampung Lompong, Desa Golo Lembur ke lokasi selama pengerjaan proyek.

"Bahwa setelah pengerjaan TPT, kami selanjutnya bekerja di lapen. Satu orang bekerja di lapen selama 1 hari. Dua orang selama 2 hari. Satu orang tiga hari. Kami semua tidak dibayar upah," sebut pekerja.

Dalam surat pengaduan juga menyinggung uang material berupa batu dan pasir yang belum dibayar CV Oase senilai Rp5.750.000.

Melalui surat pengaduan tersebut, para pekerja dan pemilik material mendesak lembaga DPRD Manggarai Timur untuk meminta pertanggungjawaban CV Oase. Selain itu, mendesak DPRD agar turut meminta pertanggung jawaban Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, serta  Dinas PUPR di balik persoalan tersebut.


Sebelumnya, para pekerja mendatangi Kantor Disnakertrans Manggarai Timur melakukan pengaduan terkait upah para pekerja yang belum dibayar pada, Jumat (19/2/2021).

Ketua DPRD Manggarai Timur Heremias Dupa tampak gusar usai memeriksa pekerjaan proyek peningkatan jalan Benteng Jawa-Heret-Bawe (Segmen: Wae Nenda-Kp Bawe di Kecamatan Lamba Leda.

Beliau bersama Ketua Komisi C Siprianus Habur dan dua anggota DPRD Dapil Lamba Leda Bonavantura Burhanto dan Sifridus Asman sengaja mendatangi untuk memeriksa proyek lapen yang berlokasi di Desa Golo Nimbung itu, Jumat (19/02/2021).


Di lokasi, Heremias dan tiga rekannya menemukan hasil proyek tersebut berkualitas rendah. Tampak di beberapa titik yang saat itu sedang diperbaiki, cairan aspal dan batuan kerikil hanya disiram di atas tanah. Sehingga bagian samping jalan mudah retak dan rusak.

Setelah perbaikan, tampak lempengan aspal hanya melekat pada tanah. Jalan yang dibongkar, selanjutnya ditambal dengan batu kerikil kemudian direkat dengan cairan aspal.

Heremias mengaku kecewa dengan hasil proyek CV Oase yang diduga mengabaikan aspek kualitas pekerjaan. Sebab itu, ia meminta agar kontraktor segera memperbaiki semua titik kerusakan pada pengerjaan lapen tersebut.

Beliau menambahkan fokus APBD Manggarai Timur beberapa tahun ke depan tetap membangun lapen di Lamba Leda bagian timur, yakni dari Benteng Jawa-Heret hingga Bawe.

Karena itu, Heremias meminta Dinas PUPR Manggarai Timur agar bisa memprioritaskan kualitas pekerjaan jalan dan memperhatikan rekam jejak kontraktor. Supaya masyarakat tidak kecewa terhadap hasil kualitas proyek.

Selain masalah upah para pekerja CV Oase juga sedang diperhadapkan dengan masalah tidak membayar uang material milik masyarakat setempat.

Pada Jumat (19/2/2021) sore Beberapa anggota dewan bertemu pekerja dan pemilik material yang belum dibayar CV Oase. Untuk secara langsung mendengar keluhan mereka.

Pada hari yang sama beberapa pekerja melaporkan CV Oase ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Manggarai Timur, yang berlokasi di Lehong, Kecamatan Borong.

"Kontraktor segera bayar harian orang kerja. Kalau dalam minggu ini belum dibayar, maka DPRD akan memanggil Dinas PU, Nekertrans dan rekanan atau CV Oase untuk segera bayar upah pekerja," tegas Heremias, yang adalah mantan aktivis PMKRI itu kepada wartawan.

Keterangan foto: Sejumlah anggota DPRD Manggarai Timur saat memantau proyek peningkatan jalan Benteng Jawa-Heret-Bawe, Jumat, 19 Februari 2021.

 

(Edison Risal)

 

 

Baca Juga