Top Pick
Bupati Ende Terkonfirmasi Positif Covid-19 Pasca Amukan Seroja, Danau Ini Muncul di Kupang NTT Video : Pelelangan Perawan Untuk Tangani Covid Petaka 19 Detik, Polisi Tetapkan Gisel Sebagai Tersangka Tangkap Ikan dengan Bom di Kawasan TNK, 5 Pelaku Ditangkap Gakkum KLHK Partai Solidaritas Indonesia Belu membagikan 1.000 Masker Gratis

Pemda Ajukan Perubahan Anggaran Penaganan Covid-19, Mayoritas DPRD Mabar Mempertanyakan Penetapan Anggaran Sepihak

POSTNTT.COM | Labuan Bajo - Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) mengajukan surat pemberitahuan perubahan anggaran penanganan Covid-19 yang keempat kalinya ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Mabar, Senin (8/06) melalui surat bernomor 900.910/BPKD/726/VI/2020.

Menanggapi surat pemberitahuan yang dilakukan pemerintah, DPRD Mabar menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama pemerintah pada selasa (16/06).

Namun, sebelum dilakukan RDP bersama pemerintah, secara internal anggota DPRD Mabar melakukan rapat khusus yang dipimpin oleh wakil ketua I, Darius Angkur.

Dalam rapat khusus anggota DPRD tersebut, mayoritas anggota DPRD menolak keras perubahan keempat yang disampaikan oleh Pemerintah kepada lembaga DPRD yang semula senilai 78 milyar menjadi 81 milyar sekaligus mempertanyakan rincian manfaat anggaran yang ada. 

Salah satu anggota DPRD, Innocentius Peni mengatakan perubahan anggaran yang dijabarkan oleh Pemerintah tanpa melalui persetujuan DPRD. 

Lanjut Innocentius, pemerintah semestinya terlebih dahulu melaporkan secara rinci pemanfaatan anggaran yang ada  bukan mengambil keputusan sepihak.

Senada, Bernadus Ambat, anggota DPRD Partai Perindo, juga meminta kepada pemda agar sebelum pembahasan pelaksanaan Perubahan Keempat Penjabaran APBD TA 2020, Pemerintah harus menjabarkan secara rinci anggaran yang telah disepakati bersama.

Dikatakanya, pemerintah tidak bisa melakukan Perubahan Keempat secara sepihak.

Data yang diperoleh media, untuk bulan April tahun 2020 pemda telah menguncurkan dana sebesar Rp. 80.795.575.118 dengan rincian Penanganan Dampak Ekonomi sebesar Rp. 43.363.716.699, Pengaman Sosial senilai Rp. 16.977.324.638 dan Bidang kesehatan pencegahan dan atau penanganan covid-19 senilai Rp. 20454.533.681.

 

Penulis : Edi Risal


Halaman