Top Pick
Kemenkominfo RI Gekar Webiner Literasi Digital   Breaking News : Rapid Test 118 Penumpang Kapal Sangke Palangga, 8 Orang Reaktif Satuan Kerja IV Flores Bersama Pemda Ende Bahas Penataan Drainase Menpar RI Bakal Bangun Kampus Politeknik Pariwisata Negri di Labuan Bajo Berkat Petunjuk Doa, Salah Satu Calon Penumpang Sriwijaya Air Asal NTT Lolos Dari Maut Bupati Ende Resmikan Spot Wisata Kaki Lena Hills Cafe dan Resto

Penuhi Hasrat Seksual, Oknum Guru Di Matim Nekat Cungkil Pintu Rumah Korban

(Ilustrasi)

 

POSTNTT.COM | BORONG - Entah apa yang merasuk EG (32) seorang oknum guru yang tega hendak mencabul anak di bawah umur. Memenuhi hasrat seksualnya, EG bahkan nekat masuk ke kamar korban dengan mencungkil pintu belakang rumah tempat korban istrahat. Korban yang diincar EG diketahui berinisial HG (16 tahun) asal Kabupaten ManggaraiTimur, NTT.

Karena tidak terima perbuatan pelaku, korban (HG) melapor ke Polres Matim. Menurut keterangan HG, pelaku memaksa melakukan perbuatan asusila. HG kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polres Matim pada Rabu,11/11/2020 sekitar pukul 13.20 WITA, dengan Nomor Surat: LP/ 56 / XI / 2020 / NTT / Res Matim.

Kepada polisi HG mengaku, pada Minggu, 08/11/2020 lalu sekitar pukul 02:00 WITA, dirinya dicabuli oleh EG di rumah milik KDI. Di rumah milik KDI, EG memberanikan diri untuk menyusup masuk rumah.

HG menceritakan bahwa dirinya dipaksa melakukan hubungan intim dengan EG. Namun, korban melakukan perlawanan, sehingga hal itu tidak terjadi. Kendati demikian, pelaku masih sempat memegang alat vital korban.

“Saat itu, kami sementara tidur dengan KDI di rumahnya. Tak diduga, EG (pelaku, red) menyusup masuk rumah dengan cara mencungkil pintu bagian belakang. Kemudian, pelaku langsung masuk kamar tidur. Setelah dia (EG, red) masuk dalam kamar tidur, saya kaget. Ada yang menindih saya sambil memegang kemaluan dan sambil membuka celana dalam saya,” tuturnya.

Menurut korban, saat pelaku memegang kemaluan, sontak dirinya berteriak. Seisi rumah terbangun. Melihat itu, pelaku langsung keluar rumah, sedangkan korban lari ke kios bagian depan rumah untuk menyelamatkan diri. Namun, saat itu juga pelaku kembali untuk memaksa masuk kios, tempat persembunyian korban.

Melihat pelaku yang liar itu, korban langsung menelpon orangtua untuk meminta bantuan.

“Kami menelepon orangtua untuk segera datang ke tempat kejadian. Mungkin pelaku mendengar dan akhirnya dia melarikan diri dengan membawa kain selimut dan sendal saya,” kata EG.

Hingga berita ini diturunkan, pelaku EG belum berhasil dihubungi. (Iren Leleng)

 

 


Halaman