Top Pick
Perubahan Nama Kec Pocoranaka dan Pocoranaka Timur, Ini Respon Sekcam Poratim Ratusan Warga di Tiga Desa Wilayah Kepulaun Kecamatan Komodo-Mabar Dapat Bantuan Tunai PT Kencana Cahaya Sosialisasi Program Nera Terang Manggarai Puluhan Tahun Menderita Tumor Mata, Pria di Ende Siap Jalani Operasi Diduga Korupsi Dana Desa, Warga Laporkan Mantan Kades Goloworok Ke Kejaksaan Salurkan Dana BLT, Masyarakat Apresiasi Transparansi Kepala Desa

Perubahan Luasan Aset Tanah Pemda Mabar Tanpa Berita Acara yang Diketahui Pemohon Hak

Proses persidangan keterangan saksi Baliyo Mulyono beberapa waktu lalu. Foto: ist

 

POSTNTT.COM | KUPANG - Sidang Kasus Tindak Pidana Korupsi Pengelolaan aset tanah Kabupaten Manggarai Barat terus berlanjut. Saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam persidangan pada Senin (19/04/2021) adalah Baliyo Mulyono yang kembali dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk terdakwa Agustinus CH. Dula, Ambrosius Sukur, Marthen Ndeo, Afrizal/Unyil Abdullah Nur, Caitano Soares, Muhamad Acyhar, Veronika Syukur, Theresia Dewi Koroh Dimu.

Sidang yang dimulai pukul 11.40, dipimpin langsung oleh Wari Juniarti selaku Ketua majelis dengan didampingi oleh Ibnu Choliq dan Gustap Marpaung, masing-masing selaku anggota.

Saksi Baliyo Mulyono yang dihadirkan, menjawab pertanyaan Penuntut Umum Hero Ardi terkait dengan adanya perubahan luasan tanah Pemda Manggarai Barat yang diukur tahun 2015 sesuai dengan pengukuran seluas lebih dari 28 Ha sebagaimana yang ditunjuk Ambrosius Sukur selaku Kepala Bagian Tata Pemerintahan dan sudah jadi peta bidang yang ditanda tangani atasan Resdiana Ndapamerang selaku Kasi Pengukuran pada Kanwil Pertanahan.

Lanjut Baliyo, kemudian berubah menjadi 24 Ha dari 28 Ha lebih, itu sesuai SOP Pertanahan harus diketahui oleh Pemohon Hak dalam hal ini Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai Barat dan dibuatkan Berita Acara.


Halaman