Top Pick
Tambah 1 Transmisi Lokal, Jumlah Positif Covid-19 di Mabar Jadi 15 Orang Anggota DPD RI asal NTT Serahkan Bantuan Penanganan Covid-19 Di Mabar Wartawan MetroTv Manggarai Barat Diduga Diintimidasi Pihak SPBU Diduga Melakukan Korupsi, Kades Rengkam Diperiksa Polisi Zahara Terguling, Puluhan Penumpang Dilarikan ke Puskesmas Paket Edi-Weng Gelar Acara 'Wuat Wai'i' Menuju Pilkada Mabar

Petani Milenial Kembangkan Tanaman Porang

(Kepala Desa Rana Kulan, Fransiskus Sanjay ketika berada di kebun Porang. Foto : Ist)

 

POSTNTT.COM | Borong - Desa Rana Kulan dikenal sebagai desa yang mengahsilkan tanaman Porang terbanyak di Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ketika kita mengunjungi wilayah Desa ini, kita disejukan dengan pemandangan tanaman Porang yang tertata rapih di samping kiri-kanan jalan. Semuanya itu hasil dan Karya dari kelompok tani Milenial yang berada di Wilayah Desa itu.

Dijelaskan kepala desa Rana Kulan, Fransiskus Sanjay, ada 15 kelompok tani Porang yang ada di desanya, semuanya terdiri dari kaum milenial. Mereka memiliki semangat dan niat yang tangguh dalam memajukan sektor pertanian Porang di Desannya.

"Sebagai anak Petani, tentunya kami merasakan betul bagaimana perjuangan Kaum Tani dalam memajukan sektor Pertanian yang ada. Tanah yang subur dan topografi daerah yang sangat menguntungkan, menjadi motivasi kami untuk terus berjuang. Masyarakat juga yang menikmati hasilnya dari gebrakan kolektivitas yang kita bangun," katanya kepada media pada Minggu (18/10/2020).

Lanjut Dia, Paradigma bahwa Petani itu miskin merupakan hal yang salah. Keterbatasan bukanlah penghalang supaya terus maju dan berjuang. Kami anak Petani motifasi dasarnya, bagaimana menjadikan Kaum milenial sebagai garda terdepan untuk memajukan sektor Pertanian di era modern ini.

"Prinsip petani milenial jangan pasrah pada kenyataan harus berani bangkit dan berjuang. Pemuda adalah tonggak dan pilar kemajuan Bangsa dikemudian hari," ucap Kades Sanjay.

Kades Sanjay berharap, kepada Pemerintah Kabupaten untuk bisa mendukung program Petani Porang di Desanya. Untuk mencari pemasaran yang tetap untuk para Petani Porang, agar Mereka bisa menjual dengan harga yang memuaskan.

"Diharapkan juga Pemkab bisa memberi pendidikan kepada masarakat supaya bisa budidaya Porang tanpa gunakan pupuk kimia melainkan pupuk organik yang ramah lingkungan dan menjaga kualitas prodak, Karena Porang ini terhitung tanaman Pertanian baru di Kabupaten Matim," harap Sanjay. (Iren Leleng)