Top Pick
Dunia Games Telkomsel dan Garena Gelar Turnamen eSport Online “Indonesia Games Championship” 2020 Sambut Hari Tani Nasional 2020, GERAM TANI NTT Gelar Aksi Masa Pemda Matim Rencana Beri Bantuan Mahasiwa di Luar Daerah Siswa SMA di Ende Rindu KBM di Sekolah Kabar Gembira : Swab Tahap Kedua, 4 Pasien Covid-19 Mabar Negatif GAMMARA Makassar; Tambang Bukan Prime Mover Ekonomi NTT. Tolak!!

Rana Kulan, Desa Penghasil Tanaman Porang Terbanyak di Manggarai Timur

(Kepala Desa Rana Kulan, Fransiskus Sanjay saat berada di perkebunan Porang. Foto : Doc Pribadi Fransiskus Sanjay)

 

POSTNTT.COM | Borong - Rana Kulan merupakan salah satu desa yang terletak di wilayah Kecamatan Elar, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Nusa Tenggara Timur (NTT).

Desa yang memiliki Populasi penduduk 763 jiwa ini, merupakan salah satu Desa Agrowisata dan sebagai desa penghasil porang terbanyak di Kabupaten Matim.

Masyarakat desa Rana Kulan juga menjadikan Tanaman Porang sebagai primadona baru bagi para Petani, meskipun tanaman Porang terhitung sebagai tanaman pertanian baru di Kabupaten Matim.

Sebagai pasokan penghasil Porang terbanyak, Rana Kulan dijadikan sebagai Desa contoh di sektor Pertanian tanaman Porang di Kabupaten Matim. Hal ini dilihat dari mayoritas penduduknya memiliki Kebun Porang yang memberikan penghasilan cukup dan kesejahteraan untuk kelangsungan hidup Petani.

"Kesadaran gerakan tanam seribu Pohon Porang per kepala kelurga, telah menjadi rutinitas Kami disetiap tahunnya l," ujar Kepala Desa Rana Kulan, Fransiskus Sanjay, kepada Wartawan Minggu,(18/10/2020).

Kades Sanjay menuturkan, Semua Penduduk di Desanya telah menjadikan tanaman Porang sebagai Primadona baru dalam bercocok tanam. Tanaman ini telah banyak diminati oleh Petani, Mereka sangat serius dalam bergelut di sektor pertanian.

"Ada 15 kelompok tani Porang yang ada di desa ini. Semuanya terdiri dari kaum milenial. Mereka memiliki semangat dan niat yang tangguh dalam memajukan sektor pertanian Porang di Desa Rana Kulan ini," kata kepala desa Fransiskus Sanjay. (Iren Leleng)