Top Pick
Sampah Menumpuk di Jalur Trans Flores Ruteng-Borong, Kanisius Nasak: Ini Mental Masyarakat yang Tidak Benar Batching Plant Milik PT Gunung Sari Abaikan Kenyamanan Warga Sekitar PERMAS NTT Palopo dan IPMS SEKO Bersatu Galang Dana untuk Korban Bencana di Flores Timur Sempat 'Ribut', Pembagian BLT di Desa Wae Kanta Tetap Dilangsungkan Permudah akses Wisatawan, BOP Akan Bangun Infrastruktur Konektivitas Gubernur NTT Berikan Bantuan Beasiswa Bagi Anak Para Korban Sumur Maut di Ende

Revolusi Industri 4.0 Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Semakin Modern

Presiden RI Joko Widodo. Foto: ist

 

POSTNTT.COM | JAKARTA - Perubahan zaman bisa dikatakan sebagai suatu keadaan yang semakin maju dan modern baik dari segi teknologi maupun Komunikasi. Hal itulah yang dibicarakan Presiden RI Joko Widodo saat membuka Dies Natalis ke-45 Universitas Sebelas Maret (UNS) secara daring Pada, Jumat (12/3/2021). Presiden Joko Widodo mengatakan revolusi industri jilid 4.0 sudah mengubah banyak hal khususnya dari bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

Beliau berharap seluruh civitas akademika, dan rakyat Indonesia mampu menempatkan diri sesuai keadaan zaman yang semakin Maju.

"Revolusi industri jilid ke-4 telah berbuat banyak, ilmu pengetahuan dan teknologi lama menjadi usang. Teori manajemen, organisasi, dan model bisnis juga banyak berubah," kata Jokowi saat membuka Dies Natalis ke-45 Universitas Sebelas Maret (UNS) secara daring, Jumat (12/3/2021).

Seperti dikutip dari Kompas.com, Presiden Jokowi menjelaskan perubahan zaman juga tentu diikuti perubahan kurikulum pendidikan. Sistem belajar menjadi berubah  seiring perkembangan zaman. Teknologi yang semakin canggih membuat pelaksanaan pembelajaran semakin mudah. Selain itu, karakter dan perilaku para pengajar maupun dosen juga  ikut berubah sesuai kebutuhan belajar.

"Tentu saja hal ini membutuhkan perubahan program studi, dibutuhkan perubahan kurikulum, dan dibutuhkan perubahan karakter dosen," ujarnya.

Jokowi melanjutkan perubahan dunia yang semakin cepat membutuhkan kegesitan dan kecepatan untuk menangkap segala peluang yang ada agar mampu bersaing pada zaman yang semakin canggih.

Jokowi berharap civitas akademika tidak terjebak dalam kebiasaan lama. Teknologi yang semakin canggih memberi peluang yang baik di masa pandemi agar mendobrak cara lama dengan rutinitas baru.

"Pandemi Covid-19 telah mengajarkan kepada kita untuk mendobrak cara-cara lama yang dulu dianggap tabu sekarang justru menjadi cara hidup baru," ujarnya.

Diharapkan seluruh institusi, termasuk kampus, mampu memanfaatkan digitalisasi masa sekarang sebaik mungkin. Termasuk kinerja, dan cara-cara pengangguran harus diubah dengan memperkenalkan program kerja baru.

Beliau menegaskan dibutuhkan disrupsi atau perubahan besar terhadap diri sendiri untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.

"Saya tahu, seringkali tidak mudah untuk memperkenalkan cara-cara baru, tidak mudah untuk melakukan disrupsi terhadap diri sendiri. Padahal jika tidak berani mendisrupsi diri kita, akan didisrupsi oleh zaman yang sedang berubah dengan cepat," kata Jokowi.

 

 


Halaman