Top Pick
Warga Keluhkan Pelayanan Disdukcapil Matim, Ini Klarifikasi Kadis Inovasi EBT, Upaya Memperkuat Pariwisata Berkelanjutan Cegah KARHUTLA, Polres Mabar Akan Sosialisasi Dampak Kelestarian Alam dan Sanksi Hukum Memasuki New Normal Sopir Rental Bandara Datangi Kantor DPRD Ende HUT ke-47, DPD PPNI Mabar Gelar Edukasi Vaksinasi Covid-19 Tangani Kasus HIV/AIDS di Ende, Bupati Djafar : Harus Butuh Komitmen Semua Pihak

Satu Warga Positif Corona, Ini Yang Akan Dilakukan Pemdes Siru Mabar

POSTNTT.COM | Labuan Bajo - Dua orang warga Kabupaten Manggarai Barat yang terkonfirmasi positif virus corona diketahui berasal dari desa Siru dan desa Wae Wako, kecamatan Lembor. Kedua pasien positif corona tersebut, yakni SS (71) dan MS (52), merupakan pasien cluster Gowa pertama yang positif di Manggarai Barat.

Kabar tersebut rupanya memang memaksa semua pihak, termasuk pemerintah desa untuk lebih meningkatkan pengawasan terhadap para warganya agar lebih tertib dan juga taat terhadap imbauan yang dikeluarkan oleh pemerintah, termasuk memperketat arus keluar-masuknya seseorang dalam suatu wilayah. Hal ini tentunya sangat penting sehingga mata rantai penyebaran virus corona sebisa mungkin diputuskan.

Sumardi, kepala desa Siru kepada Jurnalis POSTNTT.COM mengatakan bahwa sejak ditetapkannya salah satu warga desa Siru sebagai pasien positif corona, pihaknya akan lebih meningkatkan pengawasan terhadap warga yang ada di desanya. Tidak hanya itu, Sumardi bahkan berjanji akan memperketat dan juga membatasi arus keluar-masuk bagi warga yang hendak berkunjung ke desanya.

"Kami akan meningkatkan pengawasan bagi para warga dan juga memperketat arus keluar-masuk bagi warga dari luar desa Siru. Salah satunya adalah dengan membuat portal di pintu masuk desa. Portal tersebut dibuat untuk membatasi arus keluar-masuk warga dari luar", ungkap Sumardi pada kamis (30/04) di Labuan Bajo.

Untuk sementara, lanjut Sumardi, orang yang boleh melintas ke wilayahnya hanyalah orang yang benar-benar memiliki keperluan mendesak.

Semua itu, kata Sumardi, kita lakukan untuk kebaikan bersama. Kita akan lebih ketat dan dengan tegas kita sampaikan bahwa yang boleh masuk ke desa Siru hanyalah orang yang memiliki kepentingan mendesak.

Sumardi menambahkan, upaya lain yang akan diterapkan di desa Siru adalah dengan melakukan treking contak dari pasien yang positif. Di samping itu, masih kata Sumardi, kita juga akan mengkarantina dan mendorong keluarga dari pasien untuk di rapid test.

"Kita akan tanya kepada keluarga pasien positif, siapa saja yang melakukan kontak dengan beliau. Dan kami akan mengupayakan agar keluarga pasien positif corona juga dirapid test", ungkap Sumardi.

Sementara itu, untuk kebutuhan pokok dari pasien dan keluarganya, Sumardi menegaskan akan diberikan bantuan dari dana desa yang ada. Dan itu sedang dibuatkan anggaran.

"Untuk pasien positif corona dan juga keluarganya masih kita buatkan anggarannya", tutup Sumardi.

 

 

 

Penulis : Vansi Helmut


Halaman