Top Pick
Ini Tanggapan Kadis PU-PR Matim Terkait Keluhan Pelanggan BLUD SPAM Mano Bertahun-tahun Tak Pernah ke Kantor, 5 ASN Dipecat Bupati Mabar Ke Depan, Polantas Tak Perlu Menilang, Cukup Atur Lalu Lintas Google Peringati Sejarah International Women’s Day Lewat Doodle 8 Maret 2021 Pria Asal Lampung Kesetrum Listrik di Nggorang Kabupaten Mabar Waspada! Data Pribadi Bisa Dirampok, Aplikasi ini Jangan Sampai Terinstal pada Pengguna Android

Selesai Akhir 2021, Proyek KSPN Labuan Bajo Tetap Prioritaskan Kualitas dan Artistik

Ilustrasi proyek KSPN Labuan Bajo. Foto: ist

 

POSTNTT.COM | LABUAN BAJO - Pengerjaan Kawasan Pantai Marina Bukit Pramuka, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) kini progresnya mencapai 13,67%.

Proyek ini mulai dikerjakan pada September 2020 lalu di bawah tanggung jawab PT Brantas Abipraya (Persero).

Dalam keterangan tertulis, Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya Miftakhul Anas menjelaskan proyek ini mulai dikerjakan pada September tahun lalu dan ditargetkan selesai akhir tahun ini yaitu pada 31 Desember 2021.

Meskipun kerja cepat, namun, mutu, sisi artistik dan kualitas serta keselamatan para pekerja tetap menjadi prioritas. Lokasi ini juga ditargetkan sebagai menyokong Labuan Bajo menjadi kota tepian air atau waterfront city berkelas dunia.

"Mulai dikerjakan September tahun lalu, kami kebut pengerjaan proyek ini agar dapat tuntas sesuai targetnya yaitu akhir tahun ini. Kerja cepat, namun dalam penyelesaiannya kami berfokus pada mutu, kualitas, serta tak luput mengutamakan kesehatan dan keselamatan para pekerja proyek," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (16/3/2021)

Sebelumnya Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono juga menekankan hal yang sama. Ia mengatakan agar proyek tersebut menata Labuan Bajo dengan unsur artistik.

Menurutnya, kota wisata ini sangat berpotensi menjadi waterfront terbaik di dunia.

Sejalan dengan penataan waterfront city di Labuan Bajo, Brantas Abipraya fokus pada pengerjaan Zona 3 dan Zona 5. Pengerjaan pada Zona 3 meliputi pembangunan terminal penumpang, pusat informasi wisata, kantor dan ruang tunggu. Brantas Abipraya juga sedang membangun amphitheater atau gelanggang terbuka. Sehingga nantinya di tempat tersebut para wisatawan dapat menikmati berbagai hiburan dan pagelaran di pinggir laut.

Pengerjaan pada Zona 5, yaitu akan disiapkan lokasi untuk kios-kios yang akan diisi oleh UMKM sehingga dapat menggeliatkan kembali perekonomian usaha kecil.

Selain untuk menjamin kenyamanan pengunjung, hal ini dilakukan untuk mendorong kemajuan Labuan Bajo menjadi destinasi wisata premium yang akan semakin ramai didatangi oleh wisatawan mancanegara.

"Kami sangat serius dalam mendorong pengembangan Labuan Bajo menjadi destinasi wisata premium. Sehingga, harapannya Labuan Bajo akan semakin ramai didatangi oleh wisatawan lokal maupun mancanegara," jelasnya.


(Edison Risal)


Halaman