Top Pick
Bukan Ledakan Kompor Gas, Ini Dugaan Sementara Penyebab Kebakaran 7 Ruko di Lembor Puisi : Sebuah Malapetaka Satar Kodi, Salah Satu dari 1000 Program Kebun Bibit Desa yang Sedang Dijalankan KLHK di Indonesia 180 Peserta Siap Ikuti Simulasi Protokol Keselamatan dan Keamanan di Labuan Bajo Gideon Nardi Daud Mahasiswa Dari Matim Memiliki Bakat Melukis JARKOM Mempertajam Tombak Komunikasi Pemerintah

Tanggapan Direktris Mariamoe Peduli, terkait Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Anak di Elar, Manggarai Timur

Oleh: Ebi | Editor: Louis Mindjo


POSTNTT.COM | RUTENG - Sudah jatuh, tertimpa tangga. Begitulah kira-kira gambaran dari korban Kekerasan Seksual. Kasus yang satu ini memang jamak ditemukan di berbagai negara, dan hingga kini, masih banyak korban yang perlu berjuang ekstra untuk mendapatkan keadilan.

Publik kembali terperanjat dengan berita pemerkosaan anak.Mirisnya kejadian ini justru terjadi di Kabupaten Manggarai Timur, yang baru-baru ini berkomitmen menjadi Kabupaten Layak Anak.

Kali ini kasus persetubuhan anak di bawah umur dialami oleh MYM alias MA (14) tahun asal Kembo, Desa Golo Lijun Kecamatan Elar, Kabupaten Manggarai Timur. Wanita muda belia berstatus pelajar ini, menjadi korban asusila dari pelaku berinisial YR (45) tahun.

Awal kejadian na-has menimpa diri MYM alias MA (14) tahun, di kebun milik DA pada saat sepulang dari sekolah.Kedua kalinya masih dilanjutkan ditempat yang sama saat MYM alias MA (14) tahun pergi ke rumah kakak dari ibunya atau "Bude" atau "bibi"dari korban. Namun tidak sampai disitu saja, pada saat korban sedang mengambil kayu bakar di kebun milik pelaku YR (45), untuk yang ketiga kalinya korban MA lagi-lagi disetubuhi pelaku. Dan terakhir, di kebun milik saudara DB pada saat korban sedang mengambil daun ubi.

Berdasarkan data yang dihimpun postntt.com dari pihak kepolisian, semua perbuatan pelaku, dilakukan dengan cara memberikan sejumlah uang kepada korban dan mengancam korban jika perbuatan asusila pelaku YR (45) itu, di sampaikan kepada siapapun termasuk kepada orang tua korban.

Merasa takut dengan ancaman pelaku, MYM alias MA (14) tahun hanya bisa berdiam diri dan pasrah.Akibat perbuatan pelaku YR (45) tahun, korban MYM alias MA (14) tahun, hamil dengan usia kandungan 2 (dua) bulan. Selanjutnya, korban dan orang tuanya melaporkan perbuatan bejat YR (45) tahun itu, ke Kepolisian Sektor Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur untuk di proses secara hukum.



Halaman