Top Pick
Update Perkembangan Penanganan Covid-19 di Matim Ramuan Jahe, Pertolongan Pertama untuk Babi Sakit Langkah Cepat Tangani Covid-19, Pemerintah Kerahkan Dokter Keliling Dari Rumah Ke Rumah Deker Ambruk di Pantura Matim, Masyarakat Harap Pemprof NTT Penanganan Darurat Menindak Lanjut Instruksi Pemerintah Pusat, Pemkab Mabar Terus Fokuskan Perhatian Pada Penanganan Covid-19 Banjir Bandang di Flores Timur, 44 Warga Tewas, 7 orang Hilang

Tekan Angka Pengangguran, Dekranasda Manggarai Dorong BLK Adakan Latihan Pengembangan Ekonomi Kreatif

Dekranasda Manggarai saat mengunjungi BLK Dalo. Foto: ist

 

POSTNTT.COM | RUTENG – Dalam rangka menekan angka pengangguran di Kecamatan Ruteng, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Manggarai mendorong Balai Latihan Kerja (BLK) melalui pengadaan latihan pengembangan ekonomi kreatif bagi masyarakat setempat. 

Meldy Hagur Nabit, ketua Dekranasda Manggarai mengatakan fasilitas seperti BLK sangat dibutuhkan sebagai penunjang dalam pengembangan ekonomi kreatif. 

“Kalau kita bicara tentang ekonomi kreatif berarti membutuhkan fasilitas penunjang, seperti BLK,” kata ketua Dekranasda Manggarai, Meldy Hagur Nabit, saat mengunjungi BLK Dalo, Kamis (11/3/2021).

Terkait hal tersebut, Meldy Hagur Nabit bersama wakil ketua Dekranasda Manggarai, Rin G. Ngabut, mengunjungi BLK Dalo untuk mengecek kondisi dan kesiapan serta fasilitas di tempat itu.

“Yang kita mau tahu, bagaimana kondisi dan kesiapan BLK,” ujarnya.

Dari hasil tinjauan, Meldy mengatakan, fasilitas di tempat itu saat ini sangat minim, dari bangunan hingga kelengkapan alat. Beliau berharap BLK ke depannya bisa dibangun di setiap kecamatan sehingga muda dijangkau masyarakat.

Senada dengan Meldy, Wakil Ketua Dekranasda Manggarai, Rin G. Ngabut juga mengatakan, masyarakat Manggarai mempunyai semangat mengembangkan ekonomi kreatif.

Karena itu, beliau berharap pemerintah menyiapkan fasilitas BLK agar masyarakat mudah dan difasilitasi mengembangkan kemampuan dalam usaha ekonomi kreatif, sehingga angka pengangguran dapat diatasi.

"Salah satunya melalui BLK. Ini untuk menekankan angka pengangguran,” tutur Rin. 

 

(Sari)


Halaman