Top Pick
Puisi Hendra Boelath : SENJA DAN KOPI UNTUK PARA PENJILAT NEGARA Peduli Lingkungan, Srikandi Edi - Weng bersih Sampah di Pante Pede In Memoriam Siprianus Se'a: Musikus Ende yang Etnik & Tokoh Dibalik "Ende Sare" Kegiatan Public Hearing Ranperda dibuka Oleh Sekda Matim Aktifkan Kembali UPT SMA/SMK dan BLK Jadi Sorotan Supriyadin Saat Reses DPRD di Ende Sistem Jemput Bola, Dukcapil Ende Berikan Pelayanan Perekaman KTP Ke Desa-Desa

Terkait Kisruh di Perbatasan, Berikut Penjelasan Camat Lembor-Mabar dan Bupati Manggarai

POSTNTT.COM | Labuan Bajo - Camat Lembor, Pius Baut diketahui terlibat perang mulut dengan para petugas yang bersiaga di lokasi check point yang dibangun Pemkab Manggarai, di sekitar wilayah perbatasan Manggarai - Manggarai Barat pada Sabtu (16/5). Hal tersebut rupanya terjadi karena penempatan portal dan posko yang dibangun di wilayah perbatasan tersebut dianggap meresahkan warga setempat.

Kepada POSTNTT.COM, Pius Baut menjelaskan portal maupun posko yang dibangun oleh Pemkab Manggarai memang meresahkan warga dan juga mengganggu aktivitas masyarakat desa Wae Bangka Kabupaten Manggarai Barat.

"Masyarakat yang bermukim di sekitar posko dan portal dipaksa turun dari kendaraan saat hendak ke kebun dan Puskesmas," ungkap Pius Baut.

Lebih lanjut, Pius Baut mengungkapkan, posko dan portal yang dibuat oleh Pemkab Manggarai di wilayah perbatasan tersebut dibuat tanpa melalui kordinasi atau atas keputusan dan eksekusi sepihak saja.

"Betul poskonya (masuk wilayah Manggarai), tapi portalnya itu ada di jalan negara. Perbatasan Kabupaten bukan di situ, akan tetapi di sebelah Timur Paang Lembor. Poskonya ia namun portalnya salah", ungkap Pius Baut.

Camat Lembor itu juga menjelaskan, bahwa persoalan tersebut belum ada kesepakatan dan tetap meminta agar portal dipindahkan ke perbatasan. "saya tetap minta portal dipindah ke perbatasan dan kita sudah bangun juga portal di perbatasan," tutupnya.

Di samping itu, Bupati Manggarai, Deno Kamelus saat dikonfirmasi POSTNTT.COM terkait keresahan warga di wilayah perbatasan, menjelaskan sejauh ini dirinya sudah membangun kordinasi dengan Bupati Mabar, Bupati Matim, Bapak Uskup, Gubernur, dan unsur Forkompimda. Dan Lembor sudah jadi episentrum baru penyebaran Covid-19 di Manggarai Raya.

"Saya sudah berkordinasi dengan Bupati Mabar, Bupati Matim, Bapa Uskup, Gubermur dan unsur Forkompimda. Dan Lembor sudah jadi episentrum baru penyebaran covid di manggarai raya", tulis Deno Kamelus via WhatsApp.

Lebih lanjut, orang nomor satu di Kabupaten Manggarai tersebut menerangkan, keputusan yang diambilnya sejauh ini dibuat demi kepentingan menyelamatkan nyawa ratusan ribu orang.

"Demi kepentingan menyelamatkan nyawa ratusan ribu warga saya harus ambil keputusan", tulis Deno Kamelus.

Deno Kamelus melanjutkan, terkait kepentingan mereka di kampung Wae Bangka Pang Lembor itu sudah disepakati dan sudah ada pengaturan khusus.

"Bukan saatnya omong batas antar Kabupaten. Kita fokus dulu urus pencegahan Covid 19. Manggarai awalnya satu lalu secara administratif mekar atas upaya Kabupaten induk", ungkap Deno Kamelus dalam pesan WhatsAppnya, sabtu (16/05).

Sementara Bupati Manggarai Barat, Gusti Dula saat dimintai tanggapannya terkait peristiwa itu mengungkapkan bahwa kemungkinan dari apa yang terjadi sebetulnya terjadi karena belum ketemu pendapat soal lokasi portal. Karena itu, untuk koordinasi di lapangan, jelas Gusti Dula, dirinya percayakan itu dengan Camat Lembor.

 

Penulis : Vansi Helmut

Baca Juga