Top Pick
Jaring Aspirasi Masyarakat Melalui Forum Konsultasi Publik, Ini Kata Bupati Edi Endi Learning On The Road System Menjadi Pilihan Tenaga Pendidik Di SMP Negri 11 Kakor, Manggarai Kaget! Korban Bencana di NTT Dapat Bantuan 1 Kg Beras, Sebungkus Mi, dan Sebutir Telur Stefanus Senda, Petani Yang Mengembangkan Tanaman Pala di Pulau Flores Anggota DPR RI NasDem Bersama DPD Mabar Salurkan Bantuan ke Warga Pulau Seraya Hasil Pleno KPU Mabar Nyatakan Paket Edi-Weng Lolos Penetapan

Terkait Masalah urgent di Mabar, Bupati Edistasius Endi Cetuskan Proker Jangka Pendek

(Bupati dan Wakil Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi dan Yulianus Weng bersama segenap Kepala OPD Lingkup Setda Manggarai Barat saat Press conference di Kantor Bupati Mabar. Foto:ist)

 

POSTNTT.COM | LABUAN BAJO – Bupati Manggarai Barat (Mabar) Edistasius Endi mencetuskan program kerja jangka pendek untuk masalah Urgent yang tengah dihadapi masyarakat Mabar saat ini. Program kerja jangka pendek rencananya dikerjakan dalam beberapa hari ke depan. Hal ini disampaikan beliau dalam press conference yang digelar di Kantor Bupati Mabar pada, Selasa (2/3/2021)

Edi Endi menegaskan permasalahan serius yang dihadapi oleh Mabar saat ini perlu mendapat penanganan yang serius. Untuk itu, beliau menjelaskan terkait program kerja yang akan dilakukannya bersama wakil bupati untuk beberapa hari ke depan yaitu penanganan permasalahan Covid-19, kemacetan dan pemarkiran. Masalah Covid-19 dinilai paling serius untuk ditangani karena selain jumlah kasus posistif yang meningkat, hal ini juga terkait anggaran Covid-19 yang cukup besar. Dana ini dimaksudkan untuk menangani segala permasalahan terkait Covid-19 termasuk pembayaran masker dan peti mati.

“apa yang paling mendesak itu akan dilakukan. Saya atas nama wakil bupati untuk beberapa hari ke depan yang pertama itu tentang covid.  Kemarin kita sudah membahas bahwa hari ini diserahkan ke inspektorat untuk verifikasi berkas usulan dan lain sebagainya. Agar tidak ada lagi yang tagih dari pihak apotek kalau kita tidak bayar masker”.

Edi Endi menjelaskan dana covid tersebut harus digunakan dengan semestinya agar tidak ada cerita atau kejadian yang menyimpang terkait penggunaan dana. Karena itu, keterlibatan kejaksaan sebagai aparat hukum sangat membantu pengawalan penggunaan anggaran Covid-19.

“Apa yang menjadi hak medis harus diberikan kepada tenaga medis. Saya juga tidak menginginkan ada penagihan utang dari pihak ketiga seperti penagihan utang peti mayat pasien Covid-19 dan masker dari pihak apotik.

Selain itu, Bupati Mabar mengatakan kalau masalah covid bisa diminimalisir, program selanjutnya yang bisa dilakukan adalah membuka ruas jalan, sehingga Alat-alat berat dari dinas Pekerjaan Umum (PU) ditahan untuk tidak direntalkan. Agar bisa menyelesaikan program pembukaan ruas jalan.

“kalau covid ini sudah bisa diminimalisir, apa langkah berikutnya, kita memulai pengecekan yang ada dalam kota Labuan Bajo. Dalam hal ini yang bisa kita lakukan adalah kita membuka ruas jalan, sehingga dari PU semua alat-alat beratnya jangan dulu dirental. Kita selesaikan dulu jalan yang akan dibuka baru untuk mengurai kemacetan dalam kota”.

Menurut beliau pembukaan ruas jalan dapat mengurai kemacetan. Termasuk menyiapkan soal pemarkiran. Hal itu dilakukan supaya dapat mengatur waktu dan jenis kendaraan yang keluar masuk di jalur Soekarno-Hatta khususnya mobil roda enam.

Seperti diketahui ruas jalan nasional di kota Labuan bajo dijadikan tempat parkir kendaraan. Kondisi ini terjadi berjam-jam setiap hari. Pembukaan ruas jalan dengan penyediaan lahan parkir memang sangat dibutuhkan agar pemilik kendaraan tidak sembarang memarkirkan kendaraan pada sebagian sisi jalan nasional.

Mengakhiri pembicaraannya, Bupati Edi Endi menyatakan ketiga permasalahan di atas adalah hal urgent dan menjadi pekerjaan fokus beberapa hari ke depan. (MS)


Halaman