Top Pick
Empat Pegawai Dinas Pertanian Matim Candu Game Ludo King saat Jam Kerja Rekomendasi Oleh-oleh Destinasi Premium Labuan Bajo yang Khas Banget. Yuk intip! BDN dan RDB Ditangkap Unit Jatanras Komodo Saat Ingin Melarikan Diri Berkantor di Rumah, Warga Pertanyakan Manfaat Kantor Desa Wejang Mawe Nestapa Pedagang Sikka di Tengah Pandemi Covid-19   Pekah dengan Kondisi Dermaga Kayu di Ropa, Dinas Perhubungan Ende Tinjau Lokasi

Tolak Tambang Batu Gamping dan Pabrik Semen, GMNI dan PMKRI Kembali Gelar Aksi Demo Jilid II

POSTNTT.COM | Borong -Tolak Pabrik semen dan Tambang batu gamping di Manggarai Timur, Organisasi Kepemudaan (OKP), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Cabang Manggarai (GmnI) dan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia Cabang St. Agustinus Ruteng (PMKRI) kembali menggelar aksi demonstrasi Jilid II di Kantor Bupati Manggarai Timur, Kamis (02/07/2020).

Dalam pernyataan sikap, OKP GMNI dan PMKRI menilai bahwa saat ini wilayah Lengko Lolok dan Luwuk desa Satar Punda yang menjadi lokasi target rencana Penambangan batu gamping dan pabrik semen tersebut merupakan wilayah pegunungan sekaligus pemukiman warga. Didalamnya terdapat lahan produktif yang menjadi sumber kehidupan bagi warga lokal, yakni ladang, sawah, serta kebun maupun ternak, dan sebagai kelompok masyarakat, warga Lengko Lolok dan Luwuk sudah terikat dengan entitas kebudayaan.

Sebagaimana yang dikatakan oleh Mark Twain, pertambangan adalah lubang besar yang menganga dan digali. sebentara lagi Kampung Luwuk dan Lengko Lolok akan berubah menjadi lubang-lubang besar yang menganga. Mengantisipasi hal itu, maka pemerintah Propinsi Nusa Tengara Timur, mesti segara menghentikan rencana penambangan batu gamping dan pabrik semen.

Di lain sisi, tulis Organisasi Kepemudaan tersebut, diakui bahwa pertambangan adalah industri yang batas mitos dan kebohongan. Mitos-mitos tersebut diantaranya: (1) pertambangan adalah industri padat modal, (2) pertambangan adalah industri yang mensejahtrakan rakyat, (3) pertambangan adalah industri penyumbang devisa negara yang besar, (4) pertambangan adalah industri yang banyak menyediakan lapangan kerja, (5) pertambangan adalah industri yang bertanggung jawab.

Fakta membuktikan, Pelaku tambang sering kali menghadirkan situasi pro dan kontra yang memicu benih perpecahan di masyarakat atau konflik horizontal.

Berdasarkan kajian ilmiah GMNI dan PMKRI, adapun dampak lain yang akan ditimbulkan dari aktivitas tambang, yakni terbentuknya danau-danau asam dan beracun, dan tidak pulihnya ekosistem karena dirusaki oleh perusahan tambang.

GMNI dan PMKRI Menilai wacana pembangunan tambang batu gamping dan pabrik semen, bukan solusi yang tepat untuk dalam membuka lapangan pekerjaan bagi masyarkat lokal, sebab hal tersebut berkontradiksi dengan daya dukung masyarakat petani, wacana tersebut patut dicurigai.

Kehadiran pabrik semen dan tambang batu gamping bukan solusi untuk kesejahtraan masyarakat, daratan desa Satar Punda dan sekitarnya sangat potensial dan strategis, layak dijadikan sebagai aset wisata alam.

Selain itu, edukasi bertani, berkebun dan berternak, dari dulu hingga saat ini, bertani dan berkebun, dan berternak merupakan sandaran utama masyarakat Lengko Lolok dan Luwuk untuk bertahan hidup.

Berdasarkan latar belakang Aliansi GMNI dan PMKRI Manggarai, menyatakan sikap:
(1) Mendesak pemerintah daerah kabupaten Manggarai Timur untuk mencabut izin pembangunan pabrik semen (2) Mengecam tindakan bupati Manggarai Timur, yang terkesan mengintimidasi masyarakat desa Satar Punda (3) Mendesak DPRD Manggarai Timur agar menyatakan sikap secara kelembagaan terkait kehadiran pabrik semen dan tambang batu gamping di desa Satar Punda kecamatan Lamba Leda


Pantauan Media POSTNTT.COM, aksi tersebut berjalan aman dan disambut baik oleh Bupati Manggarai Timur, Andreas Agas yang didampingi oleh sekretaris daerah (setda) Boni Hasudungan Siregar, untuk menggelar audiensi.

 

Penulis: Iren Leleng


Halaman