Top Pick
Puisi Hendra Boelath : IBU   Pemkab Ende Akan Berikan Bantuan Sosial Kepada Warga Terdampak Covid-19 Waspasa Cuaca Ekstrem di NTT, Ini Penjelasan BMKG 932 KK Kecamatan Pocoranaka Timur Dapat Bantuan Sembako PT Pelindo III Harus Serap 70 Persen Tenaga Kerja Lokal Sesuai Perda Mabar Puisi Yakobus A. Balimula : Gadis Tanpa Usia

Tolak Tambang Batu Gamping dan Pabrik Semen, Ratusan aktivis di Manggarai Turun Aksi

POSTNTT.COM | Borong - Tolak Tambang batu gamping dan Pabrik semen di Manggarai Timur, Organisasi Kepemudaan (OKP) menggelar aksi demonstrasi di sela kunjungan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor B Laiskodat. Dalam aksinya, para demonstran terlihat membentangkan atribut berupa sepanduk berisi penolakkan akan hadirnya tambang. Tidak hanya itu, bahkan para demonstran juga menghadang rombongan Gubernur NTT di perbatasan Manggarai Timur dan Manggarai Tengah, tepatnya di jembatan Gongger pada Rabu (24/06).

Adapun Organisasi Kepemudaan yang tergabung dalam gerakan itu, diantaranya: Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GmnI) Cabang Manggarai, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) cabang St. Agustinus Ruteng dan PMM.

Ketua GMNI Cabang Manggarai, Rikardus Joman kepada POSTNTT.COM mengatakan, aktivis sengaja melakukan aksi demonstrasi tersebut guna mengingatkan Gubernur akan janji-janjinya di saat momentum pelantikan, termasuk melakukan moratorium izin tambang di Provinsi NTT. Karena itu pula, dirinya mendesak Gubernur NTT agar tidak menerbitkan izin tambang batu gamping dan pabrik semen di desa Satar Punda.

"Saya berharap agar Gubernur NTT tidak menerbitkan izin, baik itu izin tambang batu gamping maupun izin pabrik semen di desa Satar Punda," pinta Joman

Lebih jauh, Joman mengaku kesal karena tuntutan tidak diindahkan oleh gubernur NTT, Viktor B Laiskodat.

"Seharusnya kami beraudiensi dengan Gubernur NTT," ungkap Joman.

Sementara itu, dalam realiss yang diterima oleh POSTNTT.COM pada Rabu(24/06).

Organisasi Kepemudaan tersebut menilai bahwa saat ini, wilayah Lengko Lolok desa Satar Punda yang menjadi lokasi target rencana penambangan batu gamping tersebut merupakan wilayah pegunungan sekaligus pemukiman warga. Didalamnya terdapat lahan produktif yang menjadi sumber kehidupan bagi warga lokal, yakni ladang, sawah, serta kebun maupun ternak. Dan sebagai kelompok masyarakat, warga Lengko Lolok sudah terikat dengan entitas kebudayaan.

Sebagaimana yang dikatakan oleh Mark Twain, pertambangan adalah lubang besar yang menganga dan digali. sebentara lagi Kampung Luwuk dan Lengko Lolok akan berubah menjadi lubang-lubang besar yang menganga. Mengantisipasi hal itu, maka pemerintah Propinsi Nusa Tengara Timur, mesti segara menghentikan rencana penambangan batu gamping dan pabrik semen.

Di lain sisi, tulis Organisasi Kepemudaan terdebut, diakui bahwa pertambangan adalah industri yang batas mitos dan kebohongan. Mitos-mitos tersebut diantaranya: (1) pertambangan adalah industri padat modal, (2) pertambangan adalah industri yang mensejahtrakan rakyat, (3) pertambangan adalah industri penyumbang devisa negara yang besar, (4) pertambangan adalah industri yang banyak menyediakan lapangan kerja, (5) pertambangan adalah industri yang bertanggung jawab.

Fakta membuktiakan, Pelaku tambang sering kali menghadirkan situasi pro dan kontra yang memicu benih perpecahan di masyarakat atau konflik horizontal.

Berdasarkan kajian ilmiah GMNI dan PMKRI, adapun dampak lain yang akan ditimbulkan dari aktivitas tambang, yakni terbentuknya danau-danau asam dan beracun, dan tidak pulihnya ekosistem karena dirusaki oleh perusahan tambang.

GMNI dan PMKRI Menilai wacana pembangunan tambang batu gamping dan pabrik semen, bukan solusi yang tepat untuk dalam membuka lapangan pekerjaan bagi masyarkat lokal, sebab hal tersebut berkontradiksi dengan daya dukung masyarakat petani, wacana tersebut patut dicurigai.

Berdasarkan keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan kehutanan, Nomor SK.8/MENLHK/SETJEN/PLA.3/1/2018 tentang penetapan wilayah ekoregion Indonesia.

Berdasarkan Janji-janji Gubernur NTT, pertama, Moratorium Tambang di NTT Gubernur NTT Viktor B Laiskodat disaat momentum pelantikan berjanji akan menghentikan seluruh aktivitas pertambangan di NTT, dan telah ditanda tangani oleh gubernur NTT, ditetapkan melalui PERGUB NTT No 359/kep/HK/2018, tentang peghentian sementara pemberian izin usaha pertambangan mineral dan batubara dan pemberdayaan sektor pariwisata di Nusa Tenggara Timur.

Berdasarkan latar belakang Aliansi GMNI dan PMKRI Manggarai, memutuskan tolak pabrik semen dan tambang batu gamping di Manggarai dan menyatakan sikap, pertama, mendukung pemerintah Propinsi Nusa Tenggara Timur untuk melanjutkan moratorium tambang di NTT, kedua, Mendukung pemerintah Propinsi Nusa Tenggara Timur untuk melanjutkan moratorium tambang di NTT untuk menjadikan pariwisata, pertanian, dan peternakan serta budaya sebagai leading sektor pembangunan NTT, ketiga, Mendukung penetapan Pulau Flores sebagai wilayah ekoregional, keempat, Menolak Tambang di NTT, kelima, Mendesak pemerintah Provinsi NTT untuk tidak mengeluarkan izin eksplorasi tambang batu gamping dan pabrik semen di Lengko Lolok dan Kampung Luwuk desa Satar Punda kecamatan Lamba Leda, keenam, Mendesak Gubernur NTT Viktor B Laiskodat, untuk menyarankan Pemerintah Manggarai Timur (pemda) untuk membatalkan Izin lokasi pabrik semen di Luwuk desa Satar Punda Kecamatan Lamba Leda.


Penulis: Iren Leleng / Vansi Helmut


Halaman