Top Pick
Dengan Peralatan Seadanya, Dua Pemuda Asal Lamba Leda Timur -Matim Mengaku Telah Menghasilkan Puluhan Lukisan Terimpit Ekonomi, Alasan Ibu Kandung Tikam Bayinya Umur 3 Bulan Pendidikan Indonesia Yang Bercorak 4.0 BOPLBF Serahkan 1.410 Paket Bantuan Kepada Pelaku Pariwisata di Labuan Bajo Kabupaten Matim Dapat Jatah 2.920 Vaksin Covid-19 Selaian Edukasi dan Pendataan, Pemdes Lendong Gelar Semprot Desinfektan di Perumahan warga mencegah Covid-19

Vaksin Nusantara Terawan Ditargerkan Produksi Juni 2021

(ilustrasi produksi Vaksin Nusantara Terawan. Foto: ist)


POSTNTT.COM| JAKARTA – angka kasus positif covid-19 masih meresahkan masyarakat Indonesia. Karena itu perlu keterlibatan banyak elemen untuk saling bahu membahu mengatasi permasalahan ini. Dari dunia kesehatan Indonesia akan memproduksi vaksin covid-19 yang diklaim akan bertahan seumur hidup. Karena vaksin tersebut begitu penting sehingga semua pihak diharapkan untuk mengembangkan vaksin tersebut.

Dalam rencananya, Tim Uji Klinis telah menargetkan produksi massal Vaksin Nusantara Terawan pada juni 2021. Namun rencana itu akan tercapai jika Badan Pengawas Obat dan Keamanan (BPOM) menyetujui untuk Pelaksanaan Uji Klinik (PPUK) uji klinis II dan III dalam sebulan hingga dua bulan ke depan.

Dilansir dari CNN Indonesia, Vaksin tersebut diprakarsai oleh Mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. Dalam tahap uji klinik akan membutuhkan 180 relawan untuk uji klinis II dan 1.600 relawan untuk uji klinis tahap III.

"Kalau PPUK I dan II turun tidak ada hambatan paling Mei sudah selesai, Mei rampungin fase ketiga. Berarti sekitar Juni sudah bisa produksi massal," kata Anggota Tim Uji Klinis Vaksin Nusantara Jajang Edi Prayitno saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (17/2).

Jajang menjelaskan Selain diproyeksikan untuk segala usia, pembuatan vaksin nusantara juga atas inisiatif untuk menyasar golongan para warga yang memiliki komorbid alias penyakit penyerta.

Dijelaskan jajang bahwa upaya ini dilakukan usai beberapa vaksin yang digunakan di Indonesia, seperti Sinovac, tidak untuk jenis komorbid tidak dapat digunakan oleh orang berusia di bawah 18 tahun.

"Kan, selama ini vaksin yang sudah beredar bukan untuk komorbid tapi orang sehat, padahal banyak korban yang berisiko besar adalah para komorbid," jelasnya.

Jajang melanjutan bahwa pengembangan dan uji klinis vaksin bekerja sama dengan PT Rama Emerald Multi Sukses (Rama Pharma) bersama AIVITA Biomedical asal Amerika Serikat, Universitas Diponegoro (Undip), dan RSUP dr. Kariadi Semarang.

Jajang menyebut vaksin yang sudah menyelesaikan uji klinik tahap I menjadi satu-satunya metode sel dendritik yang digunakan untuk menciptakan vaksin. Sejauh ini, metode yang digunakan vaksin lain kebanyakan pada metode virus inactivated, mRNA, protein rekombinan, hingga adenovirus.

"Kita satu-satunya di dunia sebenarnya, kalau ini nanti kita bisa berhasil dalam uji fase pertama sampai ketiga dan sampai produksi. Berarti kita termasuk dalam tujuh negara di dunia yang punya kedaulatan pembuatan vaksin," kata Jajang.

Vaksin Nusantara ini nantinya akan membentuk kekebalan seluler pada sel limfosit T. Jajang menjelaskan, cara kerja vaksin ini dibangun dari sel dendritik autolog atau komponen dari sel darah putih, yang kemudian dipaparkan dengan antigen dari Sars-Cov-2.

Nantinya, setiap orang akan diambil sampel darahnya untuk kemudian dipaparkan dengan kit vaksin yang dibentuk dari sel dendritik. Cara kerjanya, sel yang telah mengenal antigen akan diinkubasi selama 3-7 hari.

Hasilnya kemudian akan diinjeksikan ke dalam tubuh kembali. Di dalam tubuh, sel dendritik tersebut akan memicu sel-sel imun lain untuk membentuk sistem pertahanan memori terhadap Sars Cov-2. *


Halaman